Ini Dia Sanksi Moral Bagi Politisi Perusak Lingkungan Hidup

Sulistyo Adhi | Rabu, 11 Oktober 2017 | 06:53 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Bakal calon Wali Kota Bekasi beserta tim sukses beserta para pendukungnya, diminta untuk lebih memperhatikan aspek mencerdaskan masyarakat dengan menyuguhkan politik santun, taat peraturan serta menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan hidup.

Hal tersebut dinyatakan oleh Pemerhati Kebijakan dan Pelayanan Publik Bekasi, Didit Susilo, menyikapi masih banyaknya politisi perusak lingkungan dengan menancapkan gambar dirinya di pepohonan di Kota Bekasi.

"Seharusnya para bakal calon wali kota beserta tim suksesnya dapat mematuhi Peraturan KPU 07/2015 terkait pemasangan alat peraga," ujar Didit Susilo kepada RAKYATBEKASI.COM, Rabu (11/10).

Alat peraga yang bergambar para bakal calon kepala daerah tersebut, kata Didit, tidak boleh seenaknya dipasang di sembarang tempat seperti yang nampak saat ini di setiap pelosok Kota Bekasi.

Dalam peraturan yang berlaku, terang Didit, disebutkan dengan gamblang terkait white area atau daerah larangan pemasangan alat peraga pemilihan kepala daerah, pemilihan legislatif, maupun pemilihan presiden, seperti; tempat pendidikan, tempat ibadah, pohon/tumbuhan, gedung pemerintahan, ruas jalan protokol.

"Pemasangannya harus menjaga estetika kota dan menghargai kearifan lokal. Selain itu tidak menggunakan slogan ataupun jargon yang memuat kata yang sensitif serta multi tafsir," tegasnya.

[Benny Tunggul: "Wali Kota Bekasi Harus Tegas Tertibkan Banner Politisi Perusak Lingkungan"]

[WALHI JABAR: "Jangan Pilih Calon Kepala Daerah Perusak Lingkungan"]

[Tri Adhiyanto Pilihan Tepat Dampingi Bang Pepen]

[Tasbihkan Diri Sebagai ‘GUS’, GP Ansor Kota Bekasi Kecam Sholihin]

"Masyarakat Kota Bekasi yang sudah memiliki hak pilih, dapat saja memberikan sanksi moral terhadap para calon kepala daerah perusak lingkungan dengan tidak memilih mereka pada Pilkada Kota Bekasi dan Provinsi Jawa Barat 2018 mendatang," pungkasnya.

Berdasarkan temuan kami di lapangan, tak kurang dari 8 politisi tampak dengan sengaja merusak pepohonan yang berbaris rapi di sisi jalan Kota Bekasi dengan menancapkan banner bergambar wajahnya. Ketika dikonfirmasi, mereka pun kompak bungkam dan terkesan tidak peduli dengan lingkungan hidup.

Berikut sejumlah politisi perusak pohon di Kota Bekasi;

  1. Abdullah Maky yang merupakan bakal calon Wali Kota Bekasi asal Partai Demokrat.
  2. Ridwan Kamil yang merupakan bakal calon Gubernur Jawa Barat.
  3. Lucky Hakim asal Partai Amanat Nasional (PAN).
  4. Heikal asal Partai Gerindra.
  5. Heri Koswara asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
  6. Solihin asal Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
  7. Anim Imamuddin dan Mochtar Mohammad asal PDI Perjuangan.


(tian)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar