Kwik Kian Gie: Perekonomian Indonesia Tengah Menuju Resesi Menyakitkan

Sulistyo Adhi | Rabu, 11 Oktober 2017 | 16:11 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, JAKARTA - Ekonom sekaligus politikus senior Kwik Kian Gie mengatakan bahwa ekonomi Indonesia saat ini tengah menuju tahap resesi. Hal tersebut ditandai dengan langkanya modal saat kegiatan investasi tinggi.

Adapun kondisi perekonomian Indonesia saat ini, kata Kwik, sejalan dengan teori over investment. Menurutnya, inti dari teori over investment adalah kegiatan investasi selalu lebih besar dari tabungan yang menyebabkan pembiayaan investasi dilakukan dengan menggunakan kredit dari bank.

"Artinya, selama gelombang pasang, pembentukan modal sendiri atau equity capital tertinggal dibandingkan dengan kesempatan dan gairah investasi," kata Kwik Kian Gie dalam seminar nasional di Institut Bisnis dan Informatika, Rabu (11/10).

Kendati demikian, kemampuan bank dalam memberikan kredit memiliki batas. Suatu saat nanti, kata dia, kredit bank akan berkurang sehingga investasi akan berkurang, dan krisis dimulai.

Kelompok teori ini lanjutnya, berpendapat bahwa untuk menghindari krisis harus dilakukan selama kegiatan investasi mencapai gelombang pasang. Salah satu caranya kata mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tersebut, yaitu dengan mengerem investasi.

"Dengan mengerem investasi, kita memang memasuki resesi yang akan merupakan proses yang menyakitkan, tetapi tidak bisa kita hindarkan. Ini adalah biaya yang dari waktu ke waktu harus kita bayar karena kita ingin memiliki ekonomi yang tidak sentralistik dan tidak otoriter," tambah dia.

Kwik membeberkan, bahwa yang bisa dilakukan Indonesia yaitu dengan kebijakan uang ketat (tight money policy), penjadwalan kembali proyek-proyek besar tanpa pandang bulu pemiliknya, dan mengendalikan kredit komersial dari luar negeri.

Jika krisis terlanjur terjadi, kata dia, Indonesia tidak dapat berbuat lain. Indonesia menurutnya, hanya bisa menyerahkan penyembuhannya pada proses alamiah yang tentunya sangat menyakitkan.

"Artinya, kita tidak dapat berbuat lain kecuali membiarkan resesi ekonomi sampai mencapai titik balik yang terendah dan proses gelombang pasang dimulai lagi berdasarkan titik keseimbangan baru yang terletak pada tingkat the lower turning point," pungkasnya. (*)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar