Pimpinan Kadin: "Menghindari Pajak itu Hak Setiap Orang"

Sulistyo Adhi | Rabu, 11 Oktober 2017 | 15:38 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia M Luthfi memiliki pandangannya sendiri bahwa setiap orang memiliki hak untuk mendapatkan pajak yang efektif. Oleh karena itu, dirinya menganggap sejumlah upaya demi menghindari pengenaan pajak yang besarannya cukup signifikan juga merupakan hak setiap orang.

Kendati demikian, Luthfi menegaskan bahwa melarikan diri dari kewajiban untuk membayar pajak, tetaplah tidak dapat dibenarkan.

"Yang musti diketahui adalah menghindari pajak itu hak. Supaya mendapat pajak yang efisien, makanya ada yang namanya rekayasa dan segala macam. Tapi, menolak membayar pajak adalah kriminal," ujarnya, seperti dilansir oleh Republika ketika ditemui di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Rabu (11/10).

Pernyataan tersebut disampaikan Luthfi untuk menanggapi kasus transfer dana senilai 1,4 miliar USD atau setara dengan Rp 18,9 triliun dari Bank Standard Chartered di Guernsey, Inggris ke Singapura. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menyebutkan bahwa transfer dana tersebut dilakukan oleh sebanyak 81 pengusaha yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) demi menghindari pajak.

Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi mengaku pihaknya masih melakukan pendalaman kasus tersebut dengan melakukan pencocokan antara laporan yang didapat dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dengan surat pemberitahuan tahunan dan surat pelaporan harta dalam program tax amnesty alias pengampunan pajak. (*)


    Komentar