Perhatikan 5 Hal ini Sebelum Membeli Apartemen

Sulistyo Adhi | Kamis, 12 Oktober 2017 | 08:49 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Hunian vertikal yang biasa disebut apartemen telah menjadi pilihan tempat tinggal bagi masyarakat di sejumlah kota besar seperti Jakarta maupun Bekasi. Maklum, kebutuhan akan tempat tinggal cukup tinggi, sementara ketersediaan lahan sangat terbatas.
 
Ketika anda berminat membeli apartemen untuk dihuni maupun sebagai ladang investasi, sebaiknya mempertimbangkan lima hal penting berikut ini.
 
1. Komitmen pengembang
 
Sebelum memutuskan membeli unit apartemen, anda mesti mencari tahu komitmen pengembang yang dapat terlihat jelas dari prosesi pembangunan yang berkelanjutan, serah terima yang tepat waktu dan unit yang sudah siap meskipun belum semua terjual.

Hal ini penting untuk menjamin investasi anda. Jika pengembang memiliki komitmen, anda bisa dengan tenang melakukan transaksi.

[Izin Tak Lengkap, DPRD Provinsi Jabar Desak Mega Proyek Meikarta Dihentikan]
 
2. Status hak milik dan tanah
 
Seorang pemilik apartemen akan mendapatkan Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (HMSRS) atau strata title pada unit apartemennya. Perlu diketahui bahwa yang menjadi milik pembeli adalah hanya unit apartemennya saja. Sementara, tanah tempat apartemen berdiri serta fasilitas lain di apartemen seperti area parkir, kolam renang, dan lain-lain, statusnya adalah milik bersama.

[Walhi: Langgar Hukum Tata Ruang dan Lingkungan Hidup, Proyek Kota Meikarta Harus Dihentikan

Ketika transaksi jual beli, developer mengeluarkan surat PPJB (Pengikatan Perjanjian Jual Beli) sebagai pengikat untuk saling menguatkan secara hukum antara penjual dan pembeli, sebelum melangkah ke tahap AJB (Akte Jual Beli) ketika sertifikat sudah diterbitkan. PPJB merupakan bukti kepemilikan sementara yang sah bagi konsumen, dan PPJB tetap dapat diperjualbelikan.
 
Sementara, mengenai status tanah bangunan apartemen, pada umumnya berupa Hak Guna Bangunan (HGB), Hak Pakai, dan Hak Pengelolaan Lahan (HPL). Perlu untuk diketahui bahwa HGB ini memiliki jangka waktu tertentu.

[Wagub dan DPRD Jawa Barat Kompak "Stop Pembangunan Meikarta"]

Berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, jangka waktu maksimal HGB adalah 30 tahun dan bisa diperpanjang dengan jangka waktu maksimal 20 tahun.
 
Setelah jangka waktu habis dan masa perpanjangan habis, pemilik masih bisa mengajukan perpanjangan kembali sebagaimana diatur dalam PP Nomor 40 Tahun 1996 tentang Hak Guna Bangunan.
 
3. Lokasi Strategis

Lokasi strategis sebuah apartemen yang pada umumnya berada di pusat kota atau pusat bisnis adalah sebuah keharusan. Meski tak berada di pusat kota, apartemen bisa disebut strategis jika terintergrasi dengan sarana transportasi publik.

Terlebih saat ini pemerintah tengah mengembangkan konsep Transit Oriented Development (TOD) yang mendukung masyarakat penghuni apartemen yang mengadopsi tata ruang campuran dan maksimalisasi penggunaan angkutan massal seperti busway, kereta api kota (MRT), kereta api ringan (LRT), serta dilengkapi jaringan pejalan kaki atau sepeda.


4. Biaya perawatan
 
Banyak orang yang masih kurang memahami bahwa memiliki apartemen berarti dia terikat dengan sejumlah kewajiban. Salah satunya, membayar biaya rutin bulanan atau Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL).

Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 disebutkan bahwa siapa pun yang mempunyai apartemen atau satuan rumah susun, wajib membayar IPL.

IPL atau maintenance fee terdiri atas service charge dan sinking fund. Service charge dikenakan oleh pengelola gedung apartemen untuk menutup pengeluaran biaya kantor pengelola meliputi gaji pegawai, biaya peralatan kantor, biaya perizinan, dan administrasi.

[Demiz Minta Pemasaran dan Pembangunan Meikarta Dihentikan Sementara]

Kemudian biaya utilitas meliputi listrik, air, dan gas. Ada juga biaya petugas kebersihan, keamanan, dan engineering yang meliputi biaya perawatan AC, lift, eskalator, dan lain-lain.

Sementara, singking fund merupakan dana cadangan yang dikumpulkan dari setiap unit untuk biaya perbaikan besar atau benda-benda bersifat vital.
 
5. Keamanan dan kenyamanan

Dua faktor ini akan menentukan apakah Anda bakal betah menetap di apartemen atau tidak. Untuk memastikan keamanan, perhatikan apakah lingkungan apartemen dilengkapi kamera CCTV dan petugas keamanan yang berjaga 24 jam. Salah satu keamanan yang dapat diandalkan ketika tinggal di apartemen adalah kartu akses, sehingga tidak semua orang dapat lalu lalang di lorong unit anda.

(*)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar