Empat Tahun Dicabuli Ayah Tiri, Siswi ini Diberhentikan Pihak Sekolah

Sulistyo Adhi | Jumat, 13 Oktober 2017 | 18:32 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI – Nasib buruk dialami oleh seorang anak perempuan berinisial NS (16) yang selama empat tahun belakangan ini, menjadi sasaran pelampiasan nafsu bejat bapak tirinya RS (47).

Tindakan pencabulan RS kepada anak tirinya, pertama kali dilakukan saat NS masih duduk di kelas 5 SD. Setahun kemudian, RS mulai menyetubuhi NS dengan bujuk rayu akan membelikan apapun yang korban mau.

Sepandai-pandainya menyimpan bangkai pasti akan tercium juga, ibu kandung korban WT (41) akhirnya memergoki RS sedang menyetubuhi NS, Selasa (03/10) sekira pukul 08:30 WIB, dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bekasi Selatan.

RS akhirnya dibekuk oleh petugas di rumahnya yang beralamat di Kampung Ceger, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, pada Kamis (12/10) malam, tanpa perlawanan.

NS yang merupakan siswi kelas X di SMK Permata Bangsa Al-Muawanah ini mengaku tidak boleh lagi bersekolah sejak kasusnya mencuat ke permukaan. “Ya, sejak Selasa kemarin saya nggak boleh lagi ke sekolah. Saya nggak berani protes dan pasrah saja ketika Pak Suharman (Kepsek) bilang begitu,” katanya, Jumat (13/10).

Pihak sekolah, kata NS, mengaku keberatan jika dirinya masih berstatus pelajar di sekolahnya.

“Waktu itu hari Senin sebelum pulang sekitar jam 17.25 WIB, saya dipanggil sama ibu Wati, wali kelas, beliau bilang saya dipanggil pak Suharman,” ujarnya lirih.

Ketika menghadap Suharman, NS mengaku sempat mempertanyakan nasibnya di sekolah tersebut. Namun demikian, Kepala Sekolah tetap memberikan surat pengeluaran sekolah terhadapnya.

“Waktu saya dipanggil pak Suharman, saya tanya lagi apakah besok saya sekolah atau bagaimana? Dan kata pak Suharman, nggak usah,” bebernya.

Akibat perbuatannya, tersangka RS dijerat Pasal 81 UU Nomor 35 tahun 2014, tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan hukuman penjara di atas 5 tahun. (tian)


    Komentar