Demi Akselerasi Pembangunan, Wali Kota Bekasi Gelar Komunikasi Dengan Warga Kecamatan Bekasi Barat dan Selatan

Sulistyo Adhi | Selasa, 07 Nopember 2017 | 14:43 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menghadiri Kegiatan Konsultasi Pembangunan Antara Masyarakat Dengan Pimpinan Daerah Kota Bekasi Tahun 2017 untuk wilayah Kecamatan Bekasi Barat dan Kecamatan Bekasi Selatan, yang digelar di halaman Kecamatan Bekasi Barat, Jalan Raya Bintara, Kota Bekasi, Selasa (07/11).

Tak hanya Rahmat Effendi, Acara tersebut juga turut diramaikan oleh kehadiran Staf Ahli Pembangunan Ferry Lumban Gaol, Asisten Administrasi Umum Dadang Hidayat, Camat Bekasi Barat Bunyamin, Camat Bekasi Selatan, para Kepala Dinas/Badan, para Kepala Bagian, Sekcam Bekasi Barat dan Bekasi Selatan di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi, para Kepala Puskesmas dan juga Ketua RW beserta Tokoh Masyarakat di kedua kecamatan tersebut

Kegiatan yang bertajuk "Kita Tingkatkan Peran Serta Masyarakat Dalam Pembangunan Di Kota Bekasi Untuk Lebih Maju, Sejahtera dan Ihsan" ini dihelat dengan metode diskusi antara Wali Kota Bekasi dan para pejabat di lingkungan Pemkot Bekasi dengan penyampaian aspirasi, masukan serta saran para perwakilan RW kepada Pemkot Bekasi.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi pada awal pembicaraannya mengutarakan permohonan maaf di hadapan para peserta kegiatan. Bersama Ahmad Syaikhu, dirinya yakin bahwa masih banyak hal-hal yang perlu diselesaikan dan diakselerasikan dalam kerangka membangun Bekasi yang Maju, Sejahtera dan Ihsan.

“Terhadap persoalan-persoalan yang ada di masyarakat, nantinya pada awal tahun 2018 saya akan tempatkan 1 orang staf di lingkungan RW untuk membantu RW dalam mempertanggungjawabkan semua program-program pemerintah yang ada di wilayah RW dan RT tersebut,” ujarnya.

“Institusi garda terdepan di lingkungan pemerintah adalah RT dan RW. RT dan RW memiliki kekuasaan karena dia kepanjangtanganan dari Wali Kota, Wali Kota memberikan kewenangan kepada saudara Camat kemudian Camat memberikan kewenangan kepada RW makanya RWnya harus berani,” tambahnya.

Rahmat juga menyampaikan kembali bahwa mulai 1 September 2017 berkenaan dengan data kependudukan sampai dengan kepengurusan kematian, akan diantar kerumah dan tahun 2018 retribusi kematian juga akan dihapuskan serta biaya kelahiran di bidan pada tahun 2018 akan digratiskan dengan menggunakan Kartu Sehat Berbasis NIK

“Jadi sejak lahir sampai dengan meninggal, biaya seluruhnya ditanggung oleh Pemerintah Daerah,” pungkasnya.

Adapun beberapa hal yang disampaikan oleh perwakilan RW pada kegiatan tersebut adalah; rumah tinggal yang dijadikan rumah kost yang tidak sesuai perijinannya, sodetan kali beringin, titik pantau adipura di Jalan Jenderal Sudirman ada trotoar yang rusak juga pohon besar yang harus dikurangi dahannya, Kantor Kelurahan Jakasampurna yang masih memprihatinkan, Rutilahu, TPST sementara serta pembangunan Sekretariat RW dan beberapa masukan lainnya. (gie)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar