Panwaslu Kota Bekasi Harus Pro Aktif dalam Hadapi "Spanduk Provokatif"

Sulistyo Adhi | Rabu, 15 Nopember 2017 | 08:39 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bekasi diminta dapat bekerja lebih optimal dalam mengawal jalannya proses tahapan Pilkada serentak yang akan digelar 2018 mendatang.

Bahkan tanpa harus menunggu laporan dari masyarakat, Panwaslu Kota Bekasi haruslah pro aktif meminta Satpol PP untuk menertibkan spanduk-spanduk yang bernada provokasi, ujaran kebencian dan SARA, mengingat saat ini belumlah masuk dalam tahapan kampanye Pilkada.

"KPU Kota Bekasi yang akan menentukan regulasi tahapan dan waktu pemasangan alat peraga kampanye," ujar Pemerhati Kebijakan dan Pelayanan Publik Bekasi, Didit Susilo kepada RAKYATBEKASI.COM, Rabu (15/11).

Mengingat Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Pilkada Kota Bekasi belum terbentuk, Didit menghimbau agar barang bukti spanduk provokatif yang ditertibkan segera diserahkan ke Panwaslu.

"Jika memang ada unsur pidana, maka Panwaslu dapat menyerahkan kasus spanduk provokasi tersebut ke pihak kepolisian," imbuhnya.

Lebih lanjut Didit mengajak semua pihak untuk menjaga kondusifitas Kota Bekasi dengan tidak memprovokasi masyarakat melalui pola demokrasi yang kotor dan tidak bermartabat.

"Semua pihak harus belajar dari pengalaman Pilkada DKI Jakarta, dimana umat dan masyarakat saling berhadapan karena beda dalam pilihan politik," tambahnya.

baca juga:

[Jelang Pilkada 2018, Spanduk Bernada Provokatif Bermunculan di Kota Bekasi]

[Aparat Harus Berani Tangkap Aktor Intelektual Spanduk Provokatif di Kota Bekasi]

Oleh karena itu, para kandidat dan politisi harus mengusung proses pilkada yang damai, sejuk, dan mencerahkan dalam saling beradu ide serta gagasan yang komprehensif demi Kota Bekasi yang lebih baik lagi.

"Masyarakat sudah cukup cerdas dalam menyikapi dunia perpolitikan. Justru para anasir dan pelaku politik yang harus lebih cerdas lagi dalam mencapai tujuannya untuk memenangi kontestasi politik elektoral ini," tutupnya. (tian)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar