Pertama Di Indonesia, Kota Bekasi Sulap Sampah Jadi Energi Listrik

Sulistyo Adhi | Kamis, 23 Nopember 2017 | 07:24 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI – Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Ir Sudirman didampingi Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi beserta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumhana Lutfi dan CEO PT Nusa Wijaya Abadi Tedi Sujayanto meninjau lokasi Pengelolaan Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Sumur Batu, Bantar Gebang, Kota Bekasi.

Pembangunan instalasi pengolahan sampah menjadi energi listrik ini untuk menekan volume sampah yang ada di Kota Bekasi sekaligus menciptakan energi terbarukan.

Disela - sela kegiatan meninjau PLTSa Sumur Batu, Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup RI, Sudirman mengatakan bahwasanya Kota Bekasi merupakan kota pertama yang memanfaatkan sampah menjadi energi listrik dengan teknologi reaktor tertutup yang diadopsi langsung dari Denmark oleh PT Nusa Wijaya Abadi (Pihak Ketiga Pengelola Sampah Menjadi Listrik TPA Sumur Batu, Kota Bekasi).

"Kota Bekasi menjadi kota pertama di Indonesia yang menerapkan teknologi ini. Jika kota dan kabupaten lainnya juga menerapkan teknologi yang sama seperti di Kota Bekasi, maka persoalan sampah akan selesai dan Indonesia tidak akan kekurangan energi listrik," ungkap Sudirman kepada awak media, Rabu (22/11).

Demi suksesi pengelolaan sampah menjadi energi listrik oleh Kota Bekasi, Sudirman menyarankan agar Wali Kota Bekasi melaporkan hal tersebut kepada Presiden RI Joko widodo agar kelak dimasukan ke dalam Peraturan Presiden (Perpres).

“Saya coba nanti akan lemparkan kepada tim saya di Pusat. Namun pak Wali juga harus memberikan report dengan cara yang visioner kepada pak Presiden mengenai hal ini, karena Perpres itu yang menandatanganani beliau, Pak Presiden,” terangnya.

Lebih lanjut Sudirman mengingatkan agar PLTSa ini memperhatikan dan mematuhi aturan-aturan yang berlaku, sehingga dapat berjalan maksimal sesuai harapan Kota Bekasi.

“Perusahaan juga harus ikut aturan seperti Permen LHK nomor 70 terkait Emisi Gas Buang. Lindihnya juga harus diperhatikan, terus dokumen lingkungannya juga harus dikuti, jangan sampai membangun seperti ini tetapi tidak lengkap dokumen lingkungannya, itu tidak benar," tegasnya.

Sementara itu masih di tempat yang sama, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya melakukan inovasi-inovasi, guna mendukung kebijakan nasional yang diharapkan Presiden RI Joko Widodo.

“Ini adalah komitmen Pemerintah Kota Bekasi dan ini nyata. Ini (PLTSa) bisa menjadi pilot project bagi kota dan kabupaten lainnya di Indonesia,” terang Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Menariknya, Rahmat membeberkan bahwa teknologi PLTSa yang dikelola oleh PT Nusa Wijaya Abadi ini tidak menggunakan APBD Kota Bekasi.

“Ini akan dikelola sepenuhnya oleh pihak Ketiga tanpa menggunakan APBD Kota Bekasi. Dalam hal ini kita justru diuntungkan, selain mendapatkan kompensasi dari produksi listrik berbahan sampah dari swasta, volume sampah di Kota Bekasi pun akan terus berkurang, sehingga alokasi dana untuk perluasan lahan TPA Sumur Batu bisa kita tekan,” beber Rahmat yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi ini.

Sedangkan menurut CEO, PT Nusa Wijaya Abadi, Tedi Sujayanto, bahwa PLTSa yang mulai diujicobakan sejak Maret 2017 ini telah menelan investasi sebesar Rp 2,4 Triliun sesuai dengan standar Permen ESDM no 12. Saat ini PLTSa menghasilkan 1,5 Megawatt tenaga listrik dari setiap 144 Ton sampah perharinya.

"Kontrak kita dengan Pemkot Bekasi ialah sebesar 34,6 Megawatt dari hasil pembakaran 2500 Ton sampah perhari," ujar Tedi.

“Ini bukan Incinerator. Kalau Incinerator itu dibakar didalam broiler, kemudian gas buangnya sedikit susah dikontrol dan itu yang sekarang diributkan. Tetapi kita menggunakan reaktor dengan suhu 1200 derajat celcius sehingga dapat membakar sampah kurang dari tiga detik," terangnya.

"Keuntungan bagi warga Kota Bekasi adalah gunungan sampah yang ada di TPA Sumur Batu akan berkurang menjadi energi listrik yang dapat dimanfaatkan kelak," tutup Tedi. (tian)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar