Solihin dan Heri Koswara Bantah Perintahkan Tim Tancap "Banner Kampanye" di Pohon

Sulistyo Adhi | Jumat, 24 Nopember 2017 | 07:43 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Menjelang pagelaran Pemilihan Kepala Daerah Kota Bekasi dan juga Provinsi Jawa Barat pada 2018 mendatang, banyak sekali alat peraga kampanye yang bergambar para calon kepala daerah yang ditancapkan di pepohonan di sepanjang jalan Kota Bekasi.

Selain merusak estetika kota, keberadaan alat peraga kampanye yang ditancapkan di pohon tersebut sedikitnya dapat menggambarkan betapa minimnya komitmen para calon kepala daerah tersebut dalam menjaga lingkungan dan kelestarian hidup.

[Benny Tunggul: "Wali Kota Bekasi Harus Tegas Tertibkan Banner Politisi Perusak Lingkungan"]

[WALHI JABAR: "Jangan Pilih Calon Kepala Daerah Perusak Lingkungan"]

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPC PPP Kota Bekasi yang juga Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bekasi Solihin, mengakui bahwa ada alat peraga kampanye bergambar dirinya yang sempat terpasang di pepohonan.

Namun Solihin membantah jika disebut dirinya lah yang memerintah pemasangan alat peraga tersebut. Bahkan dirinya berkelit jika hal tersebut dilakukan oleh tim suksesnya. Kemungkinan besar, kata dia, simpatisannya lah yang memasang alat peraga tersebut di pohon.

"Dalam konteks ini, saya sebagai anggota dewan tetap peduli terhadap lingkungan. Terkait pemasangan di pohon itu, bukanlah inisiatif saya, melainkan para simpatisan. Tapi saya sudah menganjurkan untuk dicopot," kata Sholihin kepada RAKYATBEKASI.COM, Senin (20/11) lalu.

[Tasbihkan Diri Sebagai ‘GUS’, GP Ansor Kota Bekasi Kecam Sholihin]

[Ini Dia Sanksi Moral Bagi Politisi Perusak Lingkungan Hidup]

Hal serupa dikatakan Ketua DPD PKS Kota Bekasi, yang juga Wakil Ketua II DPRD Kota Bekasi Heri Koswara yang mengaku dirinya tidak berniat sedikitpun untuk merusak lingkungan.

Menurutnya hal tersebut dapat terjadi, karena masih minimnya komunikasi dengan tim di bawah. Namun begitu, dirinya menyadari betul bahwa pihak yang berkepentingan akan menghindar ataupun menjauhi dari isu-isu yang dapat menjatuhkan.

"Saya menyadari bahwa hal tersebut dapat merusak lingkungan. Tinggallah sekarang komitmen dari partai politik dan calon untuk memahami betul dengan keindahan dan kelestarian lingkungan," ujar Heri Koswara.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, mengatakan bahwa pihaknya saat ini terus menertibkan poster dan spanduk yang menyalahi ketentuan, terlebih yang ditancapkan di pepohonan.

Penertiban dilakukan oleh pihaknya tanpa pandang bulu, baik itu milik komersil maupun partai politik.

"Kami akan gelar terus operasi penertiban alat peraga dan spanduk yang dipasang tidak sesuai dengan ketentuan dan melanggar aturan," tutupnya.

[Pemkot Bekasi Tertibkan Ribuan Banner Parpol dan Komersial]

[Tri Adhiyanto Pilihan Tepat Dampingi Bang Pepen]

Berdasarkan temuan kami di lapangan, tak kurang dari 8 politisi tampak dengan sengaja merusak pepohonan yang berbaris rapi di sisi jalan Kota Bekasi dengan menancapkan banner bergambar wajahnya. Ketika dikonfirmasi, mereka pun kompak bungkam dan terkesan tidak peduli dengan lingkungan hidup.

Berikut sejumlah politisi perusak pohon di Kota Bekasi;

  1. Abdullah Maky yang merupakan bakal calon Wali Kota Bekasi asal Partai Demokrat.
  2. Ridwan Kamil yang merupakan bakal calon Gubernur Jawa Barat.
  3. Lucky Hakim asal Partai Amanat Nasional (PAN).
  4. Heikal asal Partai Gerindra.
  5. Heri Koswara asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
  6. Solihin asal Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
  7. Anim Imamuddin dan Mochtar Mohammad asal PDI Perjuangan.

(tian)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar