Suka Duka Rahmat Effendi Saat Jabat Wali Kota Bekasi 2013-2018

Sulistyo Adhi | Kamis, 01 Pebruari 2018 | 17:23 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Rapat Paripurna Istimewa yang beragendakan Penyampaian Pemberitahuan Berakhirnya Masa Jabatan Wali Kota Bekasi dan Wakil Wali Kota Bekasi Periode 2013-2018 yang diselenggarakan di Ruang Sidang Gedung DPRD Kota Bekasi Jl. Chairil Anwar No. 112 Margahayu, pada Kamis (01/02) telah usai.

Duet maut kepala daerah Kota Patriot yang terkenal dengan sebutan pasangan PAS (Pepen-Ahmad Syaikhu) ini, terpaksa berpisah di simpang jalan yang bernama Pilkada Serentak 2018.

baca juga: [Rapat Paripurna Istimewa Tandai Akhir Era Pasangan "PAS" Pimpin Kota Bekasi]

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengaku banyak memetik hikmah dan pelajaran saat mengemban amanah rakyat untuk membangun Kota Bekasi dengan sepenuh hati dan penuh tanggung jawab bersama Ahmad Syaikhu selama 5 (lima) tahun belakangan.

Selama memimpin Kota Bekasi, Rahmat mengaku dirinya dan Syaikhu memiliki perasaan dan semangat yang sama dalam memajukan Kota Bekasi yang torehan keberhasilannya terukur.

"Dukanya itu disaat kebutuhan masyarakat belum bisa kita penuhi, merasa kecewa bahwa kita masih belum mampu memaksimalkan peran, tugas dan tanggung jawab sebagai Kepala Daerah,” ujar pria yang akrab disapa Bang Pepen ini.

“Tapi hampir 99 persen, saya dengan Pak Syaikhu itu tidak pernah ada friksi, tidak pernah ada perbedaan. Hal-hal yang bisa kita lakukan bersama, kita lakukan bersama, sehingga terjaga betul,” kenang politisi Partai Golkar yang akan bertarung di Pilkada Kota Bekasi 2018 nanti.

“Itu yang sebenarnya disebut dalam interpretasi bahasa politik, bahwa politik itu adalah seni dan ilmu. Seni kita tidak menyakiti orang, ilmu karena kemampuan kita sehingga maksimal perannya itu,” jelas Bang Pepen yang terkenal dengan salam dua periode.

Terkait capaian RPJMD tahun 2018 pada masa kepemimpinannya, Rahmat membeberkan bahwa secara kuantitas sudah tercapai dan selesai di tahun 2016. Karena berdasarkan RPJMD, kata dia, yang seharusnya ditargetkan Rp4,5 triliun hingga Rp5 triliun di tahun 2018, sudah tercapai di tahun 2015-2016. "Kalau bicara tentang kualitas, tentunya itu berproses terus, siapa pun juga pemimpinnya," terangnya.

“Yang kurang itu sekarang adalah, bagaimana dari 2,8 juta masyarakat Kota Bekasi ini; pertama mendapatkan pendidikan gratis 12 tahun (negeri/swasta), kedua bagaimana kita dapat menyelesaikan masalah titik-titik banjir yang ada di masyarakat, kalau persoalan macet sudah mulai terurai,” pungkasnya. (tian)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar