Video Sebar Sembako Beredar, JASMERAH Bakal Laporkan Nur Supriyanto - Adhi Firdaus ke Panwaslu Kota Bekasi

Sulistyo Adhi | Selasa, 06 Pebruari 2018 | 08:19 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Salah satu pasangan bakal calon kepala daerah yang diusung oleh PKS dan Partai Gerindra Kota Bekasi, diduga kuat mencuri start kampanye dan melakukan pembagian sembako kepada sejumlah warga.

Hal tersebut terungkap melalui video amatir yang diunggah warga Bekasi Barat ke sejumlah media sosial seperti Facebook dan WhatsApp.

Ketua Harian Jaringan Suara Memilih Rahmat Effendi (JASMERAH), Herman Sugianto menilai bahwa video amatir tersebut merupakan sebuah bukti otentik tentang adanya tindakan mencuri start kampanye yang dilakukan bakal pasangan calon PKS dan Partai Gerindra, meskipun belum memasuki tahapan kampanye.

Menurut Herman, video amatir yang diketahui direkam pada hari Kamis, 1 Febuari 2018 lalu ini, nampak dengan jelas terdapat selembar poster bergambar wajah Nur Supriyanto dan Adhi Firdaus di setiap bungkusan sembako yang diterima oleh puluhan warga Bintara, Kecamatan Bekasi Barat.

“Hal ini patut diduga kuat bahwa PKS dan Partai Gerindra sudah melakukan pencurian start waktu kampanye,” cetusnya.

“Seharusnya Balon Walikota dan Wakil Walikota Bekasi, Nur Supriyanto-Adhi Firdaus harus bisa menahan diri untuk tidak melakukan kampanye (Hitam) terselubung dengan cara bagi-bagi sembako yang disertai dengan foto (Gambar) pasangan Balon Walikota dan Wakil Walikota Bekasi. Karena penetapan jadwal kampanye belum ditetapkan oleh KPUD Kota Bekasi,” ujarnya.

Lebih lanjut Herman mengaku kecewa atas kinerja Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bekasi yang hanya berdiam diri dan tidak melakukan tindakan apa-apa, padahal video amatir tersebut bisa dijadikan sebagai tanda bukti.

“Harus langsung di tegur dan kasih tindakan terhadap Balon Walikota – Wakil Walikota yang diduga kuat melakukan pencurian start kampanye ataupun kampanye terselubung. Sebagai contoh ketika kami (JASMERAH) mengadakan kegiatan mancing bersama warga yang dihadiri oleh Kepala Dinas PUPR, ada salah satu anggota panwas yang datang ke lokasi tempat pemancingan,” terangnya.

Dirinya juga membeberkan perihal kedatangan anggota Panwas tersebut diawali dengan kecurigaan mereka jika kegiatan mancing tersebut akan dijadikan ajang kampanye terselubung.

Padahal kenyataannya, kegiatan tersebut hanyalah acara mancing biasa dengan peserta hampir 2000 orang yang juga dihadiri oleh Camat Medan Satria selaku tuan rumah yang diundang oleh pihaknya.

“Dalam waktu dekat, JASMERAH akan melaporkan kegiatan bagi-bagi sembako yang disertai alat praga pasangan Balon Walikota Bekasi, Nur Supriyanto – Adhi Firdaus ke Panwaslu Kota Bekasi supaya mereka diberikan sanksi, dan tidak mengulanginya lagi,” pungkasnya. (Dhigan/Tian)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar