Gedung Kesenian Kota Bekasi Diresmikan, Pemerhati Budaya Harap Sinergis dengan Situ Rawa Gede

Sulistyo Adhi | Selasa, 06 Pebruari 2018 | 14:42 WIB

Share Tweet



Pemerhati Budaya Bekasi, H.Rahmat Malik.

RAKYATBEKASI.COM, BEKASI SELATAN – Sejalan dengan rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Rahmat Malik selaku pemerhati budaya bekasi ketika ditemui dalam acara selamatan Gedung Kesenian Bekasi bersama dengan seluruh padepokan silat dan sanggar seni.

Rahmat pun berharap agar Gedung Kesenian Kota Bekasi ini dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh seluruh elemen pegiat seni di Kota Bekasi sebagai ajang silaturahmi bagi para pegiat seni baik dari seni bela diri, musik maupun seni lainnya.

"Namun ada yang kurang di Gedung Kesenian ini, tidak adanya sarana peribadatan (Musholla) bagi umat muslim," ujar Rahmat kepada RAKYATBEKASI, Selasa (06/02).

Lebih lanjut Rahmat mengatakan bahwa keberadaan Gedung Kesenian ini  sangat penting, mengingat Situ Rawa Gede yang sangat mempesona terletak tepat di samping Gedung Kesenian Kota Bekasi.

"(Situ Rawa Gede) Ini juga dapat menjadi daya tarik wisata yang sangat luar biasa jika dikelola dengan baik, terlebih lokasinya yang berdampingan dengan Gedung Kesenian," terangnya.

"Jika Situ Rawa Gede dapat dikelola dengan maksimal sebagai destinasi wisata, masyarakat dan pemuda di lingkungan sekitar dapat berdayaguna dengan terciptanya lapangan kerja," tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bekasi, Ahmad Zarkasih mengaku dirinya pun berkeinginan yang sama agar Situ Rawa Gede yang berlokasi di Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu ini dijadikan salah satu destinasi wisata Kota Bekasi.

“Pengelolaan Situ Rawa Gede bisa menambah destinasi wisata di kota ini,” ujar Zarkasih seusai meresmikan Gedung Kesenian Kota Bekasi yang tepat bersebelahan dengan Situ Rawa Gede,

Namun demikian, Zarkasih membeberkan terkait status kepemilikan Situ Rawa Gede masih di bawah kewenangan Kementerian PUPR RI.

"Beberapa waktu lalu kami sempat melayangkan surat pada kementerian untuk mengambil alih pengelolaan, namun belum direspon," keluhnya.

Jika permohonan alih kelola dikabulkan, kata dia, pengelolaan Situ Rawa Gede bisa disinergiskan dengan Gedung Kesenian Kota Bekasi, sehingga masyarakat semakin antusias berwisata ke daerah tersebut.

“Kita sudah membuat surat nota dinas kepada Kementerian PUPR untuk penataan situnya. Kita bangun untuk jogging track, pembuatan taman lengkap dengan kursi dan lampu, termasuk pembuatan dermaga buat swafoto,” terang Zarkasih.

Lebih lanjut Zarkasih mengaku bahwa pihaknya akan memohon kembali kepada kementerian secepatnya, agar penataan tersebut dapat rampung pada tahun 2019 mendatang. “Targetnya tahun 2019 sudah terealisasi,” pungkas Zarkasih. (tian


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar