Dianggap Mandul dan Tak Bernyali, KAMMI Bekasi Geruduk Kantor Panwaslu

Sulistyo Adhi | Rabu, 28 Maret 2018 | 15:18 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Puluhan massa aksi Kesatuan Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) daerah Bekasi menggeruduk kantor Panitia Pengawas Pemilu Kota Bekasi, Jalan Mayor Hasibuan, Bekasi Timur, Rabu (28/03/2018). Massa kecewa lantaran lembaga pengawasan pemilu tersebut menghentikan kasus dugaan pelanggaran Sekretaris Daerah Kota Bekasi.

"Kasus Sekda Pemkot Bekasi ini beberapa hari yang lalu telah dihentikan dengan alasan kurang syarat materiel. Padahal jika ingin serius, Panwaslu dapat melakukan investigasi dan menjemput bola," kata Koordinator Aksi, Adis Munandar.

Beberapa waktu lalu, Sekda Pemkot Bekasi, Rayendra Sukarmadji, dipanggil Panwaslu atas laporan telah melakukan kampanye terselubung dalam pidatonya di hadapan para aparatur sipil negara (ASN). Dalam laporan tersebut, Rayendra juga diduga berupaya memobilisasi masa untuk memilih salah satu paslon.

Menurut Adis, kasus ASN ini sangat serius dan telah mencederai perhelatan Pilkada Kota Bekasi. Tindakan Sekda Pemkot Bekasi, kata Adis, telah melanggar netralitas ASN sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014.

"Dan fatalnya, tindakan itu akhirnya membuat para ASN yang lain merasa bebas untuk melanggar. Padahal berdasarkan Peraturan Pemerintah No 42 Tahun 2004, ASN dilarang melakukan perbuatan yang mengarah pada keberpihakan terhadap salah satu calon," ujar Adis.

Dalam aksinya, massa aksi datang lengkap dengan perangkat aksi yang dilengkapi aksi teatrikal peserta aksi memakai topeng berwajah Ketua Panwaslu Kota Bekasi, Novita Ulya Hastuti, dan Sekda Kota Bekasi, Rayendra Sukarmadji.

Sementara, sejak aksi dilakukan, Novita sendiri terlihat meninggalkan kantor dengan didampingi dua rekannya. (*)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar