Bongkar Skandal Proyek "Konsultan Perencana" Disperkimtan Kota Bekasi

Sulistyo Adhi | Kamis, 12 April 2018 | 12:53 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Jasa Perencanaan Teknis adalah salah satu jenis kegiatan penting yang dijalankan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi yang termasuk dalam kategori jasa konsultasi badan usaha guna mensukseskan proyek infrastruktur ataupun kegiatan lainnya.

Terkait jasa perencanaan teknis yang sering mendapatkan pekerjaan di Pemkot Bekasi, Center for Budget Analysis (CBA) menemukan banyak sekali kejanggalan.

"Sebagai contoh di Disperkimtan Kota Bekasi, PT Nusantara Citra Konsultan memenangkan 4 proyek jasa perencanaan teknis bernilai lebih dari Rp3,7 miliar di tahun anggaran 2017," ujar Koordinator Investigasi CBA, Jajang Nurjaman, Kamis (12/04).

Menurut Jajang, selalu dimenangkannya PT Nusantara Citra Konsultan yang beralamat di Jl. Purwakarta 39 Antapani Kota Bandung, Jawa Barat, untuk jasa pelaksanaan teknis ini sangatlah janggal.

Sesuai dengan pantauan CBA di lapangan, kata Jajang, proyek perencanaan yang berbentuk dokumen perencanaan untuk mengerjakan 4 proyek di tahun 2017 tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

"Ada dugaan proyek tersebut tidak dikerjakan, melainkan hanyalah copy paste dokumen perencanaan yang bisa merugikan keuangan negara," tuding Jajang.

Oleh karena itu pihaknya mendorong pihak yang berwenang untuk melakukan penyelidikan atas proyek-proyek yang dikerjakan PT. Nusantara Citra Konsultan. "Tahun 2017 dengan jumlah 4 proyek, tahun 2016 terdapat 2 proyek, dan 1 proyek di tahun 2015, 2013 dan 2012," bebernya.

Lebih lanjut Jajang membeberkan ketidak wajaran dalam proses lelang yang telah dilaksanakan, selain itu pengerjaan dokumen perencanaan yang tidak sesuai kondisi di lapangan dan tentunya tidak bisa dipakai.

Contohnya dalam proyek Jasa Konsultansi Perencanaan Teknis Lanjutan Rehabilitasi Lembaga Pemasyarakatan Bulak Kapal Bekasi, ada tawaran lebih murah dari PT. Rekadaya Sentra mandiri senilai Rp 1,7 milar namun tetap digugurkan.

Secara keseluruhan ada potensi kebocoran sebesar Rp 297 juta lebih dalam 4 proyek jasa perencanaan teknis tahun 2017, namun pihaknya yakin untuk potensi kerugian angkanya bisa lebih besar lagi. Mengingat proyek jasa perencanaan teknis ini berkaitan dengan proyek lainnya seperti pembangunan infrastruktur.

Jika dalam perencanaan teknisnya saja sudah ada permainan, kata dia, tidak menutup kemungkinan dalam pelaksanaan pembangunan juga ada "kongkalikong".

"Oleh karena itu, kami mendorong Kejaksaan Negeri Bekasi untuk menindaklanjuti temuan-temuan ketidak wajaran di atas," pungkasnya.

Berikut rinciannya:

  1. Jasa Konsultansi Perencanaan Teknis Pembangunan Rusunawa Sumur Batu Bantargebang, nilai kontrak sebesar Rp970.310.000. Tahun anggaran 2017.
  2. Jasa Konsultansi Perencanaan Sarana Aparatur VI, nilai kontrak sebesar Rp506.000.000. Tahun anggaran 2017.
  3. Jasa Konsultansi Perencanaan Sarana Aparatur III nilai kontrak sebesar Rp512.000.000 Tahun anggaran 2017.
  4. Jasa Konsultansi Perencanaan Teknis Lanjutan Rehabilitasi Lembaga Pemasyarakatan Bulak Kapal Bekasi nilai kontrak sebesar Rp1.794.732.500 Tahun anggaran 2017.

(tian)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar