Jangan Politisasi Bulan Ramadhan dengan Kampanye Hitam dan SARA

Sulistyo Adhi | Rabu, 25 April 2018 | 11:23 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Tak lama lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan yang bersamaan dengan masa kampanye dalam tahapan Pilkada Kota Bekasi 2018 yang nantinya dapat dipastikan para paslon akan berusaha menarik simpati umat Islam untuk mendulang suara.

"Potensi membungkus kampanye saat Ramadhan pasti terjadi. Yang terpenting Paslon menahan diri, membuat teduh umat tidak mempolitisasi bulan suci Ramadhan, tidak kampanye hitam mempolitisasi SARA," jelas Pemerhati Kebijakan dan Pelayanan Publik Bekasi, Didit Susilo.

Sejak masa kampanye bergulir, potensi untuk menarik dan menggoreng isu berunsur agama sudah terjadi.

Menurutnya, potensi menyusupkan kampanye secara terselubung pada kegiatan Ramadhan seperti tarawih dan halalbihalal dengan tujuan menarik simpati calon pemilih.

"Itulah yang akan menjadi pekerjaan rumah Panwaslu dalam melakukan pengawasan terhadap kegiatan Paslon agar tidak menabrak aturan," jelas Didit.

Dijelaskan oleh Didit, pencoblosan pada 27 Juni atau dua pekan setelah Idul Fitri juga akan membuat biaya politik para Paslon akan membengkak.

"Kan pasti ada THR untuk tim jaringan, tim sukses dan lain lain," ujarnya.

Dirinya pun berharap kepada semua pihak agar tidak mempolitisasi momentum bulan suci Ramadhan dengan bumbu politik yang justru akan mengganggu kekhusyukan umat muslim dalam beribadah di bulan Ramadhan.

"Paslon, timses dan semua komponen harus ikut mengawal agar demokrasi elektoral tidak terjadi pelanggaran dan penyimpangan serta kontestasi antar Paslon memberikan kesejukan dan rasa nyaman bagi masyarakat," pungkas Didit.


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar