KOMPAK Desak Kejari Usut Tuntas Dugaan Gratifikasi Tanah Patal Bekasi

Sulistyo Adhi | Jumat, 04 Mei 2018 | 15:27 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Konsorsium Pemuda Anti Korupsi (KOMPAK) menggelar aksi unjuk rasa di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi, Jum'at (04/05) siang.

Dalam aksinya Kompak mempertanyakan kejelasan kasus tanah Patal Bekasi yang hampir 6 tahun terkatung-katung ditangani oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia. Menggantungnya kasus yang merugikan keuangan negara hampir Rp60 Miliar lebih ini, tidak jelas kemana rimbanya.

baca juga: [Bongkar Dugaan Skandal Gratifikasi Patal "Green River City" Bekasi]

Koordinator Aksi Jimmy Abarua, mendesak agar Kepala Kejari Kota Bekasi segera mengusut tuntas kasus dugaan gratifikasi dalam penerbitan rekomendasi rencana tapak/siteplan dengan registrasi nomor 653/2759/Distako/Rekom.Gunlah.452/VIII/2012 tanggal 27 Agustus 2012 an.Pt Artha Bangun Pratama seluas 160.500 m2.

"Rekomendasi tersebut terbit hanya berdasarkan AJB No.26/2012, ini ada apa?," ujar Jimmy.

baca juga: [Dzikron Berkelit Saat Ditanya Dugaan Skandal Gratifikasi Patal "Green River City" Bekasi]

Selanjutnya Jimmy juga mendesak Kepala Kejari Kota Bekasi agar dapat mengusut tuntas keterlibatan oknum-oknum dinas terkait di Pemerintah Kota Bekasi sehingga sejumlah rekomendasi atas lahan yang bermasalah tersebut dapat dengan mudah diterbitkan.

"Pemkot Bekasi juga harus bertanggung jawab dengan mencabut rekomendasi tersebut, karena tidak berdasar dan cacat hukum," tegasnya.

Sementara itu Kasi Intel Kejari Kota Bekasi, Gusti Hamdani, mengaku pihaknya sangat menyambut baik atas kedatangan para pendemo yang telah menyampaikan aspirasi dengan tertib dan lancar.

"Pada dasarnya kami siap menindaklanjuti informasi temuan  dari teman-teman KOMPAK atas kasus dugaan gratifikasi tanah Patal Bekasi," ujar Gusti usai beraudensi dengan massa aksi.

lebih lanjut Gusti meminta agar pihak KOMPAK dapat segera melengkapi bukti-bukti terkait kasus tersebut, agar pihaknya dapat mempelajari dan melakukan penyelidikan lebih mendalam.

"Kami tunggu datanya, dan kami siap menindaklanjutinya," pungkasnya. (tian)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar