Ketua Panwaslu Kota Bekasi Diduga Palsukan Tandatangan Untuk Tes Panwascam

Sulistyo Adhi | Selasa, 22 Mei 2018 | 07:13 WIB

Share Tweet



istimewa Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kota Bekasi, Novita Ulya Hastuti

RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Bekasi, Novita Ulya Hastuti diduga melakukan pemalsuan tanda tangan Kepala Sekretariat Panwaslu Kota Bekasi, Arie Halimatussadiyyah, pada 16 Oktober 2017 silam.

[Bawaslu Jabar Limpahkan Kasus Netralitas Sekda Kota Bekasi Ke Komisi ASN]

Pemalsuan tersebut dilakukannya dengan cara menyematkan hasil pindaian tandatangan Arie Halimatussadiyyah, untuk pengumuman hasil tes tertulis dan pengumuman tes wawancara calon anggota Panwascam se-Kota Bekasi.

[Kasus Netralitas ASN Mandek di Panwaslu Kota Bekasi, Tim NF Lapor ke Jabar dan Pusat]

[GmnI Bekasi Tuding Panwaslu "Masuk Angin" Tangani Kasus Pelanggaran Pemilu]

Menanggapi hal itu, Ketua Aspirasi Masyarakat Bekasi (AMB), Dedi Rahmadi sangat menyayangkan kinerja Ketua Panwaslu Kota Bekasi, yang dengan sewenang-wenang memindai tandatangan Kepala Sekretariat Panwaslu Kota Bekasi tersebut.

“Itu kesalahan yang sangat fatal, dengan men-scan tandatangan Kepala Sekretariat Panwaslu Kota Bekasi tanpa persetujuan atau izin terlebih dahulu,” ucapnya kepada media, Senin (21/05/2018).

Perbuatan tersebut, kata Dedi, telah melanggar pasal 263 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) karena telah melakukan pemalsuan tandatangan.

“Jelas kena Pidana. Kalau kita mengacu pada Pasal 263 ayat 1 KUHP, maka akan pelakunya akan terkena pidana enam tahun penjara, apalagi yang dipalsukan adalah tandatangan pejabat negara,” jelasnya.

Menurut Dedi, perbuatan Novita juga bisa berdampak pada jalannya pesta demokrasi yang saat ini yang tengah berlangsung di Kota Bekasi.

“Ini akan mencederai demokrasi penyelenggaraan pemilu saat ini. Saya mengecam keras, jika perbuatan itu benar sedemikian. Bahkan saya akan melaporkan hal tersebut kepada penegak hukum,” ungkapnya.

Sementara itu Komisioner Panwaslu Kota Bekasi divisi penindakan dan pelanggaran, Muhammad Iqbal Alam Islami tidak membantah adanya kejadian pemalsuan tandatangan tersebut.

[Sekretaris Dinas LH Kota Bekasi Diduga Instruksikan Cetak Spanduk Paslon]

[Sekda Kota Bekasi Bantah Mengarahkan ASN ke Satu Paslon Tertentu]

Bahkan menurutnya, kasus tersebut sudah diketahui oleh pihak Bawaslu Jawa Barat.

“Sudah selesai masalah tersebut, dan sudah dilaporkan ke Bawaslu Jabar,” ujarnya singkat. (tian)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar