Kemendagri RI Tidak Temukan Penutupan Layanan Publik oleh ASN di Kota Bekasi

Sulistyo Adhi | Rabu, 01 Agustus 2018 | 14:41 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia menilai pelayanan publik di Kota Bekasi berjalan dengan normal dan tidak ada aksi pemogokan seperti isu yang berkembang belakangan ini.

Kemendagri juga mengaku pihaknya telah melakukan klarifikasi langsung ke lapangan, dengan hasil sementara, tidak adanya aksi penutupan pelayanan publik yang terjadi di seluruh Kecamatan dan Kelurahan di Kota Bekasi pada Jumat (27/07/2018) lalu.

Sesditjen Otda Kemendagri, Akmal Malik Piliang mengungkapkan, bahwa klarifikasi ini dilakukan secara langsung di Kecamatan Bekasi Barat, Kelurahan Bintara Jaya dan Kranji pada Senin (30/07/2018).

"Jadi pelayanan pada hari Jumat itu berjalan seperti biasa, tidak ada kejadian aksi pemogokan seperti isu yang tersebar. Sangat jelas tidak terjadi pemberhentian pelayanan, ada bukti daftar hadir di fingerprint,” ungkap Akmal kepada awak media, Rabu (01/08/2018) di Gedung Kemendagri, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat.

Akmal juga menyatakan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan Pejabat (Pj) Wali Kota Bekasi, Ruddy Gandakusumah. Berdasarkan pengakuan Ruddy, seperti yang disampaikan Akmal, pada hari Jumat tidak terjadi penutupan pelayanan di tempat tersebut.

“Kita bertemu Pj Wali Kota bertujuan meminta klarifikasi, hasilnya Pj sependapat pada hasil temuan kita. Namun memang ada beberapa kendala dalam hal IT nya, sehingga pelayanan agak sedikit terhambat,” tukas Akmal.

Kendati demikian, Akmal juga menyebutkan sejumlah ASN di Kecamatan Bekasi Timur tidak masuk kerja di hari itu tanpa alasan dan keterangan.

“Kita juga mengidentifikasi ada ASN yang tidak masuk kerja di Kecamatan Bekasi Timur, yaitu tanpa keterangan. Pelayanan berjalan dengan baik," terangnya

Lebih lanjut, Akmal mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan investigasi lebih dalam terkait hal tersebut.

“Setelah kita dalami hasil klarifikasi yang sudah ada, kita akan lakukan lagi investigasi,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan kekecewaan Camat dan Lurah se-Kota Bekasi terhadap Pj Wali Kota Bekasi disebut sebagai alasan dari tutupnya pelayanan publik di Kelurahan dan Kecamatan se-Kota Bekasi.

Kabag Humas Pemerintah Kota Bekasi Sayekti Rubiah, membeberkan alasan tersebut saat dikonfirmasi oleh awak media, Jum'at (27/07/2018) lalu.

"Kami pihak humas sudah konfirmasi kepada Camat dan Lurah se-Kota Bekasi karena ini merupakan rasa kekecewaan terhadap pernyataan Pj Walikota yang menganggap tugasnya telah dilaksanakan dengan baik karena pilkada berjalan sukses,  proses pemerintahan berjalan, pelayanan masyarakat berjalan," beber Sayekti. (tian)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar