PA GMNI Bekasi Minta Pasangan Rahmat Effendi - Tri Adhianto Dapat Implementasikan Nilai Pancasila

Sulistyo Adhi | Senin, 13 Agustus 2018 | 15:43 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Sekretaris DPC Persatuan Alumni (PA) GMNI Bekasi, Afif Fauzi berharap kepada pasangan Walikota dan Wakil Walikota Bekasi terpilih yakni Rahmat Effendi dan Tri Adianto, dapat mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam etos kerja dan semangat pelayanan dari Pemerintah Kota Bekasi.

Menurutnya masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus segera diselesaikan oleh kedua pemimpin ini, termasuk janji-janji yang mereka lontarkan sewaktu kampanye pilkada lalu.

“Bukan hanya pembangunan secara fisik saja, namun juga pembangunan di bidang mental dan spiritual,” ujar Sekretaris DPC PA GMNI Bekasi, Afif Fauzi dalam siaran pers yang diterima RAKYATBEKASI.COM, Senin (13/08/2018).

Dengan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, kata Afif, akan membuat Pemerintah Kota Bekasi semakin cepat menjalankan program-program yang pro rakyat. Terlebih menurutnya, Rahmat Effendi dan Tri Adhianto sangat paham dengan segala problematika pelayanan publik di Kota Bekasi.

Sebagai ‘Kota Patriot’, terangnya, Bekasi dianggap perlu untuk menonjolkan sisi nasionalisme-nya yang berwatak kerakyatan. Yang kesemuanya itu terlihat dari konsepsi pembangunan, penentuan kebijakan hingga pelayanan.

Oleh karena itu, PA GMNI Kota Bekasi meminta komitmen Rahmat Effendi tentang menjaga nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidak sekedar janji kampanye belaka.

“Periode ke 2 kepemimpinan Rahmat Effendi hendaknya mampu mewujudkan konsep membumikan Pancasila di Bumi Patriot, mulai dari pembuatan kebijakan yang senantiasa berlandaskan pada Pancasila, sistem pendidikan yang mengedepankan nilai-nilai Pancasila, hingga konsep pelayanan pegawai pemerintahan Kota yang humanis-Pancasilais,” terang Afif.

Terlebih menurut alumni Universitas Islam'45 ini, Kota Bekasi adalah miniatur keberagaman atau pluralisme yang harus dijaga keharmonisannya. Dengan demikian, nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, benar-benar nyata berada di tengah-tengah kehidupan beragama di Kota Bekasi dengan menjadi kota yang meghargai perbedaan dalam beribadah, hidup rukun berdampingan dan masyarakatnya memiliki kearifan untuk tetap saling menghargai tanpa memandang sentimen Suku, Agama Ras dan Antar golongan (SARA).

“Dalam Kitab Sutasoma, semboyan Bhinneka Tunggal Ika dengan tegas menggambarkan masyarakat pada waktu itu hidup berdampingan dan bersaudara meskipun berbeda keyakinan,” tandasnya.

Dalam kaitan tersebut di atas, kata Afif, PA GMNI Kota Bekasi mendorong lahirnya Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang pendidikan dan pembangunan karakter yang bisa mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, mulai dari sekolah, kampus hingga segenap pejabat publik.

“Dengan adanya Perda ini, siswa semakin memahami karakter dan nilai-nilai kebangsaan. Anak-anak sudah tertanam cinta tanah air dan pejabat akan mengabdikan diri penuh jiwa untuk bangsa,” pungkasnya. (tian)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar