Bekasi Utara Kehilangan Tokoh, Suara Golkar Diprediksi Anjlok

Sulistyo Adhi | Kamis, 30 Agustus 2018 | 09:24 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, BEKASI UTARA - Perolehan suara legislatif Partai Golkar di Bekasi Utara diprediksi akan menurun drastis karena tidak adanya petahana yang maju di Dapil II (Daerah Pemilihan) Kota Bekasi itu. Kendati demikian, peluang meraih kursi masih tetap terbuka.

Prediksi tersebut senada dengan terlemparnya sang petahana Machrul Falak Hermansyah yang juga anggota DPRD Kota Bekasi periode 2014-2019 ke Provinsi Jawa Barat pada Pileg 2019 mendatang.

Dominasi 7 ribuan suara Machrul atas 19 ribuan suara partai pada Pileg 2014 di dapil tersebut kemudian direspon Partai Golkar dengan menerjunkan caleg (calon legislatif) yang hampir semuanya merupakan pendatang baru.

Dari tujuh caleg Partai Golkar di Dapil tersebut, hanya Supriatini yang berpengalaman menjadi caleg gagal dengan raihan 1300 suara lebih pada pileg 2014 silam.

Prediksi tersebut lantas dibantah oleh Bakal Calon Legislatif Partai Golkar Dapil II Kota Bekasi, Hasan Mumu Mochtar mengatakan bahwa setiap caleg memiliki peluang yang sama dan strategi tersendiri untuk meraih simpati masyarakat.

"Justru caleg baru diuntungkan dengan adanya energi baru disertai ide-ide baru dalam penggalangan dukungan di masyarakat. Sistem perhitungan kursi hari ini lebih mengedepankan kolaborasi dan kerja sama setiap caleg mengenai target potensi suara untuk meraih suara sebanyaknya," bantahnya.

Senada dengan Mumu, Caleg Golkar lainnya, Sulistiadi mengaku sangat optimis jika partainya bisa mempertahankan kursi dan raihan suara partai di dapilnya melampaui perolehan suara dari pileg sebelumnya.

"Saya punya optimis besar. malah kursi Golkar bisa bertambah jadi dua kursi di Bekasi Utara," ucapnya.

Sementara itu Pengamat Politik, Muhamad Tahir mengatakan bahwa basis suara pemilih Machrul Falak Hermansyah pada pileg 2014 lalu bisa saja beralih ke caleg dari partai lain.

"Kebetulan saya tinggal di Bekasi Utara dan memahami betul kondisi disini. Dengan tidak majunya Machrul di dapil bekasi utara, dapat berimbas dengan beralihnya suara dia ke caleg partai lain. Karena pada saat pileg lalu, ketokohan Machrul lah yang lebih dilihat ketimbang partainya," jelasnya.

Lebih lanjut Muhamad Tahir membeberkan bahwa dirinya sudah mendengar kabar yang berhembus mengenai banyaknya pemilih Machrul yang beralih ke partai lain seperti; PAN, Partai Demokrat, PPP, PKB bahkan juga ke Hanura.

"Kabarnya sih mereka tetap memilih Machrul untuk Jawa Barat, tapi caleg kotanya pilihan mereka bukan dari Golkar," lanjutnya.

Meskipun Machrul Falak juga merupakan wajah baru pada pileg 2014 lalu, terangnya, namun Machrul dinilainya memiliki jam terbang tinggi atas kiprahnya di Bekasi Utara. Selain itu Machrul adalah putra dari mantan anggota DPRD Kota Bekasi yang berangkat dari dapil yang sama.

"Kondisinya jelas beda, saat itu Machrul sudah ikut ibunya sejak lama. Dia merupakan Ketua Karang Taruna dan juga Ketua PK Golkar Bekasi Utara. Ketokohannya sudah sangat dikenal, sementara bacaleg Golkar yang ada saat ini baru semua, ini harus diwaspadai," terangnya.

Sebagai informasi, ketujuh bacaleg Partai Golkar di Bekasi Utara adalah; Supriantini, Rasnius Pasaribu, Sulistiadi, Hasan Mumu, Ahmad Muzhoffar, Sulita dan Amanah. (tian)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :
Tag : #Pemilu 2019 #Pemilu Legislatif 2019

Komentar