Ruddy Gandakusumah: "Terima Kasih Kota Bekasi"

Sulistyo Adhi | Senin, 03 September 2018 | 07:48 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - ‘Terima Kasih Bekasi’ kalimat inilah yang diucapkan R. Ruddy Gandakusumah usai tidak lagi menjabat sebagai Penjabat Walikota Bekasi sejak Jum'at (31/08) lalu, meskipun masa tugasnya baru berakhir pada 20 September 2018 mendatang.

Penjabat Gubernur Jawa Barat Mochamad Iriawan mengungkapkan, alasan digantinya Ruddy Gandakusumah karena Pemprov Jawa Barat sangat membutuhkan perannya dalam membantu kondisi masyarakat Jawa Barat sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol).

“Ini sudah lama saya mau tarik, karena saya ada kepentingan sesuai jabatan sebagai Kesbangpol. Saya sempat kesulitan sewaktu koordinasi karena pak Rudi selalu berada di Bekasi, jadi saya rapatkan dengan staf lebih baik saya mundurkan jabatannya dan digantikan," ujar Iriawan kepada awak media usai melantik Kepala Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah II Toto Muhamad Taha sebagai Pj Walikota Bekasi di Gedung Sate.

Selama enam bulan menjabat sejak 13 Maret-31 Agustus 2018, beberapa tugas strategis sudah berhasil dijalankan Ruddy sebagai seorang kepala daerah dengan dibantu berbagai pihak terkait. Seperti kondusifnya proses Pilkada Serentak 2018, menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara hingga memastikan jalannya roda pemerintahan.

Meski dihari terakhir jabatannya tidak bisa bertemu dengan seluruh ASN Kota Bekasi, Ruddy mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, jajaran pemerintahan serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bekasi.

“Bagi saya kedudukan atau jabatan itu sifatnya ghaib dan saya selalu menerima, menjalani, menikmati serta menyukuri apapun dimanapun saya ditugaskan oleh pimpinan,” tandas Ruddy.

Sejak awal menjadi ASN, jelas Ruddy, dirinya hanya bisa bekerja dan berusaha memberikan kontribusi atas gaji yang diterimanya selama ini. Sebagai abdi negara dan pelayan mayarakat, dirinya tidak pernah meminta jabatan dan menolak penugasan. Dengan kata lain, jika sudah mendapat mandat penugasan dimanapun wajib bagi dirinya menukar dengan kontribusi ide, gagasan serta perubahan di setiap organisasi yang dipimpinnya.

"Jabatan mah tong di penta (Jabatan jangan diminta-red), karena setiap kita berada dimana pun itu adalah jabatan, bisi geuring mun hirup ngudag-ngudag jabatan mah (Khawatir sakit jika hidup mengejar jabatan-red). Kita selaku umat Islam hanya bisa berdoa dan berusaha untuk hidup lebih baik dari sebelum nya, apalagi saya sebagai kepala rumah tangga punya anak dan istri harus memberikan perubahan demi kesejahteraannya, wajar itu dilakukan oleh siapapun dengan tidak mengindahkan kaidah-kaidah yang melanggar,” tukasnya.

Ruddy mengaku tidak pernah tahu dan bermimpi jika dirinya akan diberi tugas sebagai Pj Walikota Bekasi. “Hanya karena kepercayaan pimpinan pada saat itu, ya saya jalani, nikmati dan syukuri. Hampir dipastikan 6 bulan bekerja sebagai Kepala Daerah di Kota Bekasi merangkap Kepala Bakesbangpol Jawa Barat cukup berat. Selain harus mengawal kondusifitas Jawa Barat berkenaan dengan Pilkada Serentak, pada waktu bersamaan harus memastikan berjalannya roda Pemerintahan Kota Bekasi yang cukup menguras tenaga serta pikiran,” katanya.

Melaksanakan tugas Pj Wali Kota Bekasi, menjadi sejarah dalam karir Ruddy sebagai seorang ASN. Karena tidak mudah untuk menjadi kepala daerah yang harus menguasai segalanya.

“Saya anggap penugasan itu Mental Building, Capacity Building dan banyak hikmah yang diambilnya, begitu banyak tempaan dari awal tugas. Saya hanya bisa menerima dan mencatat sebagai sejarah hidup. Mungkin Allah SWT punya rencana lain, karena semua telah tertulis dalam Lauz Mahfud, saya yakini dan haqul yakin atas rahasia Allah SWT,” katanya.

Kini, setelah tidak lagi menjabat Pj Walikota Bekasi, lanjut Ruddy, dirinya menjadi lebih fokus dan intens memimpin Bakesbangpol Jawa Barat mengawal jalannya pelaksanaan Pemilihan Legislatif serta Pemilihan Presiden 2019 sebagaimana alasan penarikan dirinya oleh Pemprov Jawa Barat.

“Terima kasih kepada jajaran staf dan kru yang telah membantu saya saat menjalankan tugas dengan profesional serta mampu bekerja dengan siapapun pimpinannya, You Are The Best,” tuturnya.

Sementara itu, Anisa Siti Suhendar, Istri Ruddy Gandakusumah juga menyampaikan hal senada dan permohonan maaf atas jabatannya di Organisasi PKK yang belum maksimal membawa perubahan, memberikan serta menciptakan ide-ide, gagasan sesuai ekspektasinya karena tugasnya yang juga sebagai ASN di Bappenda Provinsi Jawa Barat.

Berkaitan dengan pekerjaan yang masih tertunda dan menjadi Pekerjaan Rumah (PR) di Kota Bekasi, Ruddy menyerahkan sepenuhnya kepada Toto Muhamad Toha sebagai Pj Walikota Bekasi yang baru.

“Saya kenal dan tahu betul dengan Pak Toto, beliau profesional dan punya integritas dalam tugas serta menjaga nama baik marwah ASN dan harga diri lembaga Pemprov Jawa Barat,” pungkasnya. (tian) 


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar