DPRD Kota Bekasi Desak TAPD Serahkan Laporan Realisasi Anggaran

Sulistyo Adhi | Selasa, 04 September 2018 | 10:04 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Kota Bekasi mendesak, Tim Anggaran Perencanaan Daerah (TAPD), menyerahkan Laporan Realisasi Anggaran (LRA). Sebab, hingga saat ini, pihak eksekutif belum menyerahkan laporan kondisi keuangan khususnya, pada semester 1 dan prognosis semester 2.

“Laporan ini sangat diperlukan, untuk mengetahui kondisi riil keuangan daerah,” ungkap Chairuman J Putro, kepada RAKYATBEKASI.COM, Selasa (04/09).

Menurutnya, sesuai dengan peraturan perundang-undangan tentang laporan realisasi anggaran semester pertama APBD dan prognosis, seharusnya telah disampaikan kepala daerah kepada DPRD dalam kurun waktu enam bulan berikutnya dan paling lambat minggu ketiga di bulan Juli tahun anggaran.

“Selanjutnya laporan realisasi semester pertama APBD dan prognosis enam bulan berikutnya, disampaikan kepada DPRD Kota Bekasi, paling lambat akhir bulan Juli,” tukasnya.

Lebih jauh anggota Badan Anggaran (Banggar) ini mengungkapkan bahwa, potensi defisit tersebut, terlihat sejak tahun 2017 lalu sekitar Rp800 miliar. Kemudian, memasuki tahun politik 2018 ini, potensi defisit tersebut nyaris menyentuh angka Rp1 triliun.

Penyebab terjadinya potensi defisit lanjut legislator asal PKS tersebut, lantaran perencanaan kegiatan yang tidak diimbangi dengan kondisi keuangan yang ada.

Program kemasyarakatan melalui pemberian dana insentif, penambahan anggaran bagi kartu sehat dan juga Tunjangan Penambahan Penghasilan (TPP) pegawai dia sebutkan sebagai salah satu faktor penyumbang defisit. Selain itu, proyek pekerjaan infrastruktur tahun jamak (multi years) juga dinilai menjadi penyebab terjadi potensi defisit anggaran.

Sementara itu, capaian dari sektor pendapatan hingga triwulan ketiga ini lanjut Chairuman, dinilai masih jauh dari harapan yakni baru mencapai 40 persen.

“Potensi defisit itu, sebenarnya terlihat dari sejumlah kegiatan belanja pegawai dan belanja langsung proyek multiyears yang nilainya dialokasikan cukup besar. Ditambah lagi dari hasil silpa temuan oleh BPK tahun lalu, yang menjadi potensi terjadinya defisit,” bebernya.

Karena itu, pihaknya menunggu eksekutif melalui TAPD segera menyerahkan laporan realisasi anggarannya, sehingga potensi defisit APBD 2018 dapat diminimalisir.

“Karena itu mestinya kita harus dapat meminimalisir terjadinya potensi defisit tersebut. Harapannya keuangan itu bisa surplus, itu baik,” pungkasnya. (sgr/tian)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar