Pemkot Bekasi Gelontorkan Rp565,3M untuk Gaji TKK tahun 2018

Sulistyo Adhi | Rabu, 05 September 2018 | 17:26 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Salah satu faktor yang disebut menjadi penyebab defisitnya anggaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi adalah komponen belanja pegawai yakni biaya gaji Tenaga Kerja Kontrak (TKK) yang membengkak.

Kepala Badan Pengelola Keungan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi, Supandi Budiman mengatakan bahwa Pemkot Bekasi tahun ini menggelontorkan anggaran sebesar Rp565,3 miliar untuk menggaji 11.338 TKK.

“Untuk belanja pegawai, bulan ini kita hanya mengeluarkan sekitar Rp110 miliar. Artinya likuiditas kita masih terjaga karena masih ada uang sebesar Rp266 miliar di kas daerah,” ungkap Supandi kepada RAKYATBEKASI.COM, Rabu (05/09).

Supandi lantas menampik tudingan mengenai defisitnya anggaran Kota Bekasi. Pemkot Bekasi, kata dia, masih bisa menjaga likuiditasnya hingga tahun anggaran berakhir.

“Kita masih digenjot juga PAD dari Bapenda. Bulan ini aja dia (Bapenda) bisa menghasilkan Rp140 miliar. Belum dari DAU. Likuiditas atau kemampuan bayar masih bisa dilakukan hingga akhir tahun. Nanti kita evaluasi lagi hal-hal apa saja yang prioritas dan tidak,” terangnya.

Lebih lanjut Supandi membeberkan bahwa penambahan TKK di seluruh OPD juga menjadi salah satu beban keuangan daerah. Karena selain memperoleh gaji Rp 3,9 juta per bulan, lanjutnya, TKK juga mendapat TPP di kisaran Rp1 juta sampai Rp2,5 juta per bulannya.

“Penambahan jumlah TKK bukan kewenangan kami. Semua ada di bawah Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD),” pungkasnya. (tian)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :
Tag : #Pemkot bekasi #Defisit anggaran

Komentar