Kejaksaan Negeri Kota Bekasi Kembalikan Berkas Kasus Camat Pondok Gede

Sulistyo Adhi | Jumat, 14 September 2018 | 06:48 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Kejaksaan Negeri Kota Bekasi mengembalikan berkas perkara yang melibatkan Camat Pondok Gede dan salah satu pejabat pembuat akte tanah ke penyidik Polres Metro Bekasi Kota karena ada beberapa kekurangan yang harus dilengkapi.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala seksi pidana Umum (Kasipidum) Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, Irfan Natakusuma, saat dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya, Kamis (15/09).

“Bahwa perkara Camat Podok Gede sedang dalam penelitian, ada beberapa yang harus dilengkapi dan diperbaiki oleh penyidik. Artinya kalau nantinya pas barang buktinya untuk disidangkan nanti,” kata Irfan.

Irfan menjelaskan bahwa waktu penyidik untuk melengkapi berkas tesebut jika sesuai aturan tidak akan memakan waktu yang lama. Terlebih lagi menurutnya, sudah ada catatan apa saja yang mesti diperbaiki.

[Mardanih Bantah Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemalsuan Akta Tanah]

“Dalam watu kurang satu bulan paling lama, karena sudah ada progresnya, apa apa saja yang diperbaiki. Orang-orangnya ada di Bekasi semua, tidak ada di luar kota, sehingga rasanya tidak kesulitan,” terangnya.

Irfan juga menegaskan bahwa kasus tersebut dapat disidangkan, selama penyidik memenuhi kelengkapan berkas tersebut. Dirinya juga menegaskan bahwa tidak ada intervensi dari pihak manapun atas kasus yang melibatkan Camat Pondok Gede itu.

Sebelumnya, Kasi Intel Kejari Kota Bekasi, Gusti Hamdani, pernah mengatakan kepada awak media bahwa kasus tersebut baru memasuki tahap I (satu), yaitu penyerahan berkas oleh penyidik ke Jaksa Penuntut Umum atau P16.

“Penelitian berkas perkara baik secara formil maupun materiil, apabila ada kekurangan berkas tersebut, maka Jaksa Penuntut Umum memberitahukan hal itu kepada penyidik,” ujar Gusti.

Lebih lanjut Gusti menjelaskan bahwa berdasarkan peraturan dan perundangan, Jaksa Penuntut Umum memiliki waktu selama 14 (empat Belas) hari untuk meneliti hasil penyidikan penyidik.

“Maka bila berkas perkara sudah dinyatakan lengkap, siap untuk dilimpahkan kekejaksaan (P-21),” terang Gusti.

Terkait penahanan terhadap tersangka, kata Gusti, bisa dilakukan jika berkas perkara sudah dinyatakan lengkap.

"Kita kembalikan kepada penyidik dan jaksa dalam menggunakan wewenangnya, yakni melakukan penahanan terhadap tersangka," pungkasnya. (*)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar