Biro Hukum Tuding "RA" Sebagai Pelaku dalam Kasus Tabrakan Ketua Nasdem Kota Bekasi

Sulistyo Adhi | Jumat, 14 September 2018 | 07:36 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Tim Biro Hukum DPD Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kota Bekasi angkat suara terkait tudingan terhadap Ketua DPD NasDem Kota Bekasi, Asep Saputra, yang disebut menjadi pelaku tindak pidana perusakan, dalam kasus tabrakan, pada Jumat (17/8/2018) beberapa pekan lalu.

Menurut Tim Biro Hukum NasDem Kota Bekasi yang terdiri dari Budi Hartanto, Gustav Nuriza, dan Sugeng Rianto, ada upaya pemutarbalikkan fakta terkait kronologi kejadian tersebut. Justru, kata Budi Hartanto, Asep lah yang menjadi korban sesungguhnya.

“Posisinya beliau ada di depan, gimana ceritanya mau menabrak? Lagi pula beliau juga sedang membawa anaknya di dalam mobil, gak logis kalau beliau mau sengaja menabrakkan mobilnya sedang anaknya ada di dalam,” terang Budi kepada RAKYATBEKASI.COM saat dijumpai di bilangan Kemang Pratama, Bekasi, Kamis (13/09).

[Ketua Nasdem Kota Bekasi Dipolisikan Warga soal Pengrusakan]

Posisi mobil tersebut, lanjut Budi, menguatkan fakta bahwa Asep justru merupakan korban pada saat itu adalah pengakuan pihak pelapor (RA) sendiri, sebagaimana tertulis dalam akun media sosial miliknya.

“Jadi pasca kejadian, RA ini nulis di akun facebook-nya, menceritakan kronologi kejadian. Nah tim kami mendapati ada satu statement di mana RA mengakui sendiri bahwa dia lah yang menabrak Pak Asep,” tandasnya.

“Pelaku [Asep] tiba-tiba ngerem hingga saya menabrak bagian belakang mobil pelaku,” beber Budi menirukan pengakuan RA dalam facebook-nya yang dianggap sebagai bentuk pengakuan oleh tim Biro Hukum DPD NasDem Kota Bekasi itu.

Kemudian Gustav Nuriza menduga kuat ada pihak-pihak yang coba menunggangi dan mengambil keuntungan dari kejadian tersebut, yang erat kaitannya dengan upaya politisasi, serta melemahkan pimpinan NasDem Kota Bekasi ini.

“Sebetulnya ini kan kasus jalanan biasa, yang kerap terjadi pada siapa saja dan di mana saja. Tapi kalau kita cermati narasi-narasi yang dibuat oleh RA ini di akun facebook-nya, kok muatannya politik betul. Pakai ada mobilisasi agar tidak memilih Pak Asep lah. Ini kan aneh?” papar Gustav.

Atas indikasi tersebut, Sugeng Rianto memastikan bahwa DPD NasDem Kota Bekasi tetap solid mendukung Asep. Selain itu, Sugeng juga mengaku bahwa pihaknya siap menempuh jalur hukum apabila langkah tersebut dirasa perlu.

“Kita akan terus amati perkembangannya. Insya Allah kita semua padu, berdiri bersama pimpinan kita di partai yang kita cintai ini.” terangnya.

Sementara itu saat dihubungi RAKYATBEKASI.COM, RA mengaku bahwa secara pribadi kasus tersebut sudah selesai karena pihak penabrak sudah mengganti rugi atas kerusakan yang dialami mobilnya pada Jum'at (07/08) lalu.

"Perwakilan Bapak Asep telah menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan, dimana biaya perbaikan telah diganti oleh mereka," ujar RA kepada RAKYATBEKASI.COM, Jum'at (14/08).

Kendati demikian, RA mengaku dirinya masih menunggu proses mediasi dari pihak kepolisian atas insiden yang telah dilaporkannya.

"Saya menunggu mediasi saja dari pihak kepolisian," tandasnya.

Lebih lanjut RA mengaku bahwa dirinya heran saat tim kuasa hukum DPD Nasdem Kota Bekasi menyebut dirinyalah sebagai pelaku dalam insiden tersebut.

"Kalau dia (Asep) sudah mengeluarkan duit untuk ganti rugi, masa dia yang menjadi korban?," pungkasnya. (tian)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :
Tag : #Pemilu Legislatif 2019

Komentar