Simbolisasi Jelang Pelantikan Rahmat Effendi - Tri Adhianto

Sulistyo Adhi | Rabu, 19 September 2018 | 11:46 WIB

Share Tweet




oleh: Adi Yunsyah (Monel)

 

Pilkada langsung sebagai sarana pembelajaran demokrasi (politik) bagi rakyat (civil education). Ia menjadi media pembelajaran praktik berdemokrasi bagi rakyat yang diharapkan dapat membentuk kesadaran kolektif segenap unsur bangsa tentang pentingnya memilih pemimpin yang benar sesuai nuraninya.

Pilkada langsung merupakan sarana penting bagi proses kaderisasi kepemimpinan nasional dan daerah. Disadari atau tidak, stok kepemimpinan nasional amat terbatas.

Dari jumlah penduduk yang lebih dari 200 juta, jumlah pemimpin yang kita miliki hanya beberapa. Mereka sebagian besar para pemimpin partai politik besar yang memenangi Pemilu 2004.

Oleh karena itu, harapan akan lahirnya pemimpin nasional justru dari pilkada langsung ini. Pilkada langsung secara serentak di Jawa Barat 27 Juni 2018 telah menghasilkan kepala daerah baik dari tingkat gubernur sampai kepala daerah tingkat II (walikota/bupati).

Di Kota Bekasi pasangan terpilih walikota/wakil walikota adalah Dr Rahmat Effendi bersama DR Tri adhianto. Yang kita bersama ketahui DR Rahmat Effendi adalah walikota incumbent yang pada periode sebelumnya Ustadz Syaikhu menjadi wakil walikotanya.

Kepemimpinan periode tersebut tentunya meninggalkan simbol ataupun gambar pasangan baik di dalam ruangan perkantoran maupun di luar ruangan, contohnya seperti pada papan reklame iklan sosial layanan masyarakat yang tersebar di seluruh Kota Bekasi.

Menjadi penting dalam prespektif pendidikan politik bagi masyarakat, bahwa setiap periode adalah masa waktu tertentu yang telah diatur di dalam peraturan dan perundang-undangan.

Hasil dari proses demokrasi / pilkada, musti dibarengi dengan rangkaian sosialisasi periodik melalui simbol-simbol tersebut.

Maka alangkah baiknya para pemilik papan reklame segera mengganti gambar-gambar pasangan wali/wakil-walikota periode lalu dengan gambar gambar walik/wakil walikota periode hasil pilkada sekarang (2018-2023).

Dalam hal ini pejabat pemerintah kota Bekasi musti pro aktif mensosialisasikan kepada para biro reklame yang berada di kota Bekasi.


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar