Warga Keluhkan Lambatnya Pelayanan Perizinan DPM-PTSP Kota Bekasi

Sulistyo Adhi | Kamis, 08 Nopember 2018 | 14:37 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Pelayanan perizinan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Pemerintah Kota Bekasi ternyata tidak secepat visi "Kota Bekasi Menjadi Tujuan Investasi dengan Pelayanan Perizinan yang Cepat, Mudah dan Transparan".

Hal tersebut dilontarkan oleh Muhamad yang mengaku sangat geram dengan lambatnya pelayanan DPM-PTSP Kota Bekasi saat dirinya hendak membuat SIUP dan TDP secara online.

"Permohonan perizinan SIUP dan TDP yang saya ajukan berstatus Menunggu Delegasi SKPD pada tanggal 30 Oktober, namun tidak ada perkembangan lebih lanjut hingga siang ini," ujar Muhamad kepada RAKYATBEKASI.COM, Kamis (08/10).

Setelah lama menunggu kejelasan status "Menunggu Delegasi SKPD" hingga 7 (tujuh) hari kerja , Muhamad merasa dirinya dipermainkan oleh DPMPTSP ketika mengetahui permohonannya berubah status menjadi "Menunggu Diperbaiki" dengan catatan dari DPM-PTSP

"Siang tadi saya cek status permohonan di website [silat.bekasikota.go.id], lah kok malah mundur lagi prosesnya," ucapnya kesal seraya mengatakan bahwa dirinya merasa dipermainkan oleh dinas tersebut.

Petugas Help Desk DPM-PTSP Kota Bekasi ketika dihubungi menjelaskan bahwa prosedur "Menunggu Delegasi SKPD" pembuatan SIUP dan TDP memakan waktu lima (5) sampai 10 (sepuluh) hari kerja untuk verifikasi ulang di Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DISDAGPERIN).

"Setelah lolos verifikasi dan tidak ada kekurangan di DISDAGPERIN, kemudian akan dikembalikan ke DPM-PTSP untuk persetujuan Kepala Dinas," jelas Petugas Help Desk yang mengaku bernama Tina.

Sementara itu Kepala DISDAGPERIN Kota Bekasi Makbullah membantah jika verifikasi ulang yang dilakukan pihaknya menghabiskan waktu hingga 10 (sepuluh) hari. Menurutnya pihaknya hanya membutuhkan waktu paling lama 15 menit jika berkasnya lengkap.

"Informasi tersebut tidak benar, kan cuma di klik doang tuh di komputer. Memang kadang-kadang oknum suka begitu," ucap Makbullah.

Ketika ditanyakan apakah berkas permohonan SIUP dan TDP yang dimaksud sudah diterima ataupun diproses pihaknya, Makbullah membeberkan bahwa hingga hari ini data dan berkas tersebut belum masuk di sistem online DISDAGPERIN.

"Sampai hari ini data dan berkas tersebut belum masuk di sistem online kita," pungkasnya. (tian)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar