Sejarah Bekasi Patut Dibanggakan Meski Tak Sempurna Tercatat dalam Sejarah Nasional

Sulistyo Adhi | Minggu, 11 Nopember 2018 | 16:14 WIB

Share Tweet




Hari Pahlawan Nasional yang jatuh pada tanggal 10 November selalu menjadi momentum yang tidak ketinggalan untuk diperingati oleh berbagai kalangan. Momentum tersebut menjadi pengingat bagi insan bumi pertiwi akan jasa dari para pahlawan di masanya, di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Bekasi.

Bekasi yang secara geografis berdampingan dengan Jakarta, menjadi salah satu saksi akan peristiwa-peristiwa heroik para pahlawan dalam upaya mempertahankan wilayah Bekasi khususnya dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) umumnya dari agresi militer Jepang maupun sekutu, menjelang bahkan di awal kemerdekaan.

Meski demikian, ironis ketika banyak peristiwa-peristiwa bersejarah yang terjadi di Bekasi dan banyaknya pahlawan yang berasal dari Bekasi, namun nama Bekasi sendiri seolah luput dari catatan sejarah nasional bangsa ini.

Setidaknya hal tersebut yang dicermati oleh Sejarahwan asal Bekasi, Ali Anwar yang disampaikan pada acara Bekasi Ngopi Vol. 1 yang diadakan oleh Gerakan Arah Baru (Garbi) Chapter Bekasi Raya, Sabtu (10/11), dengan tema ‘Bekasi Lautan Api dalam Mozaik Peristiwa 10 November’, yang diselenggarakan di Rumah Arah Baru Indonesia.

“Bekasi itu blank dalam sejarah, tidak ada nama Bekasi dalam catatan sejarah nasional dulu yang tebalnya sampai 6 (enam) jilid itu, padahal cerita peristiwa bersejarah waktu itu berserakan di koran nasional dan internasional,” ujar Ali Anwar.

Ali mencontohkan, ketika peristiwa pembakaran di Bekasi tanggal 13 Desember 1945, yang ternyata pembakaran dan pengeboman di Bekasi tersebut terjadi tidak hanya sehari.

“Ternyata itu terjadi berhari-hari, peristiwa itu masuk tidak hanya di koran nasional tapi juga ada beberapa koran internasional juga, maka saya kembangkan jadi karya tulis saat kuliah dan sekarang jadi buku dengan judul ‘Bekasi Dibom Sekutu’,” katanya.

Peristiwa bersejarah yang terjadi di Bekasi, menurut Ali tidak lain karena Bekasi menjadi kota paling menakutkan bagi musuh. Tidak mengherankan apabila julukan Bekasi saat ini adalah Kota Patriot. “Karena jadi front paling depan untuk melakukan perlawanan saat sekutu dari Jakarta mau ke wilayah lain di Jawa,” terangnya. Hal tersebut tidak lain karena jasa para pahlawan dari Bekasi yang patut dibanggakan dan diteladani oleh para pemuda saat ini, salah satunya seperti KH. Noer Ali. 

Sementara itu, Ketua Garbi Chapter Bekasi Raya Adi Samsuito Siregar mengatakan, banyaknya catatan sejarah yang tidak sempurna tersampaikan diakuinya menjadi suatu hal yang harus menjadi perhatian seluruh elemen bangsa ini, tak terkecuali oleh para anak muda.

“Bekasi itu punya nilai sejarah yang patut dibanggakan, banyak peristiwa sejarah dan pahlawan di Bekasi yang tentunya bisa kita ambil pelajaran dari setiap peristiwanya,” ujarnya singkat. (*)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar