Iklan Kampanye Nasdem Kota Bekasi dapat Berujung Pidana Pemilu

Sulistyo Adhi | Kamis, 22 Nopember 2018 | 09:39 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Bawaslu Kota Bekasi secara tegas akan menindak semua peserta pemilu, dalam hal ini partai politik yang kedapatan melanggar peraturan. Terutama mengenai kampanye di media massa yang memiliki sanksi berupa pidana dan denda materil.

Dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, dinyatakan bahwa setiap peserta pemilu yang melanggar peraturan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492, bakal dijerat dengan hukuman pidana 1 tahun penjara dan denda paling banyak sebesar Rp 12 juta.

“Kita serius mendalami kasus iklan Partai Nasdem. Sanksinya jelas berupa pidana dan denda,” ungkap Divisi Pengawasan dan Hubungan antar Lembaga Bawaslu Kota Bekasi, Ali Mahyail kepada RAKYATBEKASI.COM, Kamis (22/11).

Menurut Ali, partai politik seharusnya memahami dan mematuhi segala regulasi yang telah ditetapkan. Terlebih, dalam setiap kesempatan, KPU maupun Bawaslu kerap mengundang perwakilan partai dalam rangka mensosialisasikan semua regulasi yang berkaitan dengan pelaksanaan pemilu. Sehingga dengan demikian, tidak ada alasan bagi partai untuk beralibi tidak mengetahui adanya larangan beriklan di media massa.

“Kita menemukan pelanggaran kampanye di luar jadwal, dimana iklan di media massa sesuai dengan PKPU baru bisa di lakukan setelah tanggal 24 maret 2019,” kata Ali.

Terungkapnya iklan ucapan HUT Partai Nasdem di salah satu media cetak lokal Bekasi yang memuat konten foto wajah, nomor urut dan logo partai serta nomor urut para calon legislatif, merupakan pelanggaran yang sebelumnya dilakukan oleh Partai Demokrat beberapa waktu yang lalu.

baca juga: [Beriklan di Media Massa, Partai Demokrat Kota Bekasi Terancam Sanksi Pidana Pemilu]

baca juga: [Ini Dia Titik dan Zona Larangan Memasang Alat Peraga Kampanye Calon Legislatif]

Dalam proses menangani temuan pelanggaran jadwal kampanye tersebut, Bawaslu akan memanggil Ketua DPD Nasdem Kota Bekasi untuk dimintai keterangan mengenai iklan tersebut.

“Benar atau salah, biarkan fakta hukum yang bicara. Kita akan memproses ini dan memanggil pimpinan partai Nasdem untuk memberikan keterangan,” tegas Ali.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Nasdem Kota Bekasi, Asep Saputra membantah bahwa pihaknya yang dengan sengaja memasang iklan tersebut. Namun kemudian, Asep mengakui bahwa pemasangan tersebut murni diinisiasi oleh para caleg tanpa ada arahan atau perintah dari pengurus DPD.

“Saya Ketua Partai Nasdem Kota Bekasi, tidak pernah menguasakan, mengijinkan, meminta, kepada media cetak dan elektronik manapun untuk penerbitan dan penayangan gambar atau foto caleg, baik sendiri maupun bersama-sama caleg lain untuk kepentingan iklan atau kampanye,” kelit Asep melalui pesan singkatnya. (tian)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar