Tolak Warga saat Perpanjang Pajak STNK, Oknum Petugas Samsat Kota Bekasi Tawarkan Pungli

Sulistyo Adhi | Kamis, 20 Desember 2018 | 16:36 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Yuliana Gultom (33), warga Pondok Gede, mengaku kecewa terhadap petugas di loket pelayanan Kantor Bersama Samsat Kota Bekasi dan Pusat Pengelolaan Pendapatan Kota Bekasi, Jalan Ir Juanda no 302, Kamis (20/12) siang.

Yuliana yang sengaja mengorbankan izin cuti terakhirnya untuk membayar pajak kendaraan bermotor atas nama suaminya itu, merasa dipersulit saat dirinya ingin memperpanjang STNK.

"Saya langsung ditolak petugas loket dan langsung mengarahkan untuk ganti buku BPKB di Polda agar identitasnya sama dengan STNK," keluh Yuliana saat ditemui RAKYATBEKASI.com di Kantor Bersama Samsat Kota Bekasi.

Sontak saja Yuliana merasa sangat kebingungan dan kecewa dengan penolakan tersebut. Padahal dengan situasi yang sama, dirinya tidak mendapat kendala saat melunasi pajak serupa pada tahun lalu.

"Pada saat melakukan Balik Nama STNK pada 2 tahun silam, kenapa tidak sekalian dengan BPKB-nya? Saat itu petugas sama sekali tidak menginformasikan hal tersebut," bebernya.

Sebagai seorang wajib pajak yang taat, Yuliana mengaku dirinya tak habis pikir dengan perilaku petugas yang arogan dan sangat kaku dalam melayani para wajib pajak yang telah mengorbankan waktu produktifnya untuk melunasi pajaknya.

"Mungkin mereka lupa kalau gaji mereka terima berasal dari para wajib pajak," ujarnya lirih.

Di sela pelayanan yang diwarnai penolakan tanpa sedikitpun menyimak penjelasannya, Yuliana mengaku dirinya kaget dengan layanan plus yang secara spontan ditawarkan kepadanya.

Diceritakan oleh Yuliana, petugas tersebut tanpa canggung menawarkan diri untuk mengganti Buku BPKB yang dibanderolnya Rp450 Ribu dengan jaminan selesai dalam waktu seminggu.

"Dengan adanya biaya ganti BPKB tersebut, berarti saya harus dua kali keluar uang untuk sekedar Balik Nama surat kendaraan," pungkasnya.

Kendati tidak ada satupun dari pihak Samsat Kota Bekasi yang bisa kami mintai keterangan mengenai kejadian yang dialami Yuliana pada hari ini. Akun twitter Bapenda Jawa Barat [@bapenda_jabar] menanggapi cuitan keluhan di atas dengan meminta konfirmasi terkait daerah asal kendaraan, STNK atas nama Wajib Pajak namun BPKB masih atas nama sebelumnya. (tian)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar