Camat Rawalumbu Bantah Tolak Warganya Bikin Akta Kelahiran dan KK

Sulistyo Adhi | Selasa, 12 Pebruari 2019 | 07:41 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM - Camat Rawalumbu Kota Bekasi, Dian Herdiana membantah bahwa pihaknya mempersulit pembuatan akta kelahiran warganya atas nama Veronika Eliora Gultom dan kartu keluarga atas nama Jaduman Gultom.

Melalui pesan singkat Whatsapp, Dian beralasan bahwa Veronika Eliora Gultom belum terdaftar sebagai peserta yang mengajukan untuk pembuatan akta kelahiran.

“Kami cek tidak ada pengajuan atasnama Veronika Eliora Gultom,” katanya, Senin (11/2/2019).

Dian menjelaskan bahwa pembuatan akta kelahiran harus disertai data yang lengkap. Menurutnya, berkas atasnama Veronika Eliora Gultom dikembalikan kepada pihak keluarga yang menyerahkan karena syarat yang dibutuhkan masih ada yang kurang.

“Untuk pemohon akta kelahiran berkasnya tidak lengkap, saat itu juga kita kembalikan. Selain itu, surat keterangan lahir yang dikeluarkan rumah sakit tidak ada yang tulis tangan dan harus print out computer kecuali yang dikeluarkan oleh Dokter Bidan Swasta,” kelitnya.

Berbeda dengan data dan keterangan yang diperoleh RAKYATBEKASI.COM, bahwa pihak keluarga telah melengkapi seluruh persyaratan yang wajib dipenuhi, antara lain FC. KTP-EL suami dan istri, FC. KK, FC. Buku Nikah/Akta Perkawinan, Keterangan Kelahiran dari Bidan Atau Rumah Sakit dan mengisi formulir F-2.01.

“Abang lihat berkasnya yang saya ambil Jumat kemarin, semua lengkap hanya persoalan nama saja yang di tulis tangan karena waktu itu orangtua Veronika masih bingung memberi nama, sehingga pihak rumah sakit mengkosongkan nama sementara yang lainnya di print out dan tandatangan yang disertai cap rumah sakit. Hanya persoalan itu saja lalu ditolak dan tidak diregistrasikan oleh pihak kecamatan,” ungkap Danu salah seorang anggota keluarga.

Selain mengurus akta lahir, Danu juga mengatakan dirinya minta dibuatkan kartu keluarga. Data yang diminta oleh pihak kecamatan juga telah dipenuhi sebagaimana syarat umum pembuatan kartu keluarga.

“Apalagi yang dipermasalahkan? Apa soal duit? Oke saya siap bayar asal ada bukti kwitansinya,” kata Danu kesal.

Danu mengancam akan melaporkan tindakan ini kepada DPRD Kota Bekasi agar digelar inspeksi mendadak tentang pelayanan yang diduga terindikasi ada praktek pungli.

“Saya menduga berkas yang saya ajukan tidak diterima karena tidak ada uangnya. Tapi saya akan laporkan soal ini ke DPRD agar di sidak soal pelayanannya,” tandasnya.


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar