Tokoh Politik Perempuan Bekasi: Bawaslu dan Gakkumdu Jangan Tebang Pilih Kasus, Apalagi Masuk Angin

Sulistyo Adhi | Senin, 11 Maret 2019 | 15:26 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM - Kasus dugaan pelanggaran kampanye dengan mendompleng program bantuan Kementerian Kesehatan RI yang dilakukan oleh Caleg DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) Dapil Jabar 6, Intan Fauzi, kini sedang ditangani Bawaslu Kota Bekasi bersama dengan Gakkumdu.

[CEO Polmark Indonesia Dampingi Intan PAN Klarifikasi Dugaan Pelanggaran Kampanye]

[Bersaing Ketat, Jokowi Ungguli Prabowo di Jawa Barat]

Hal tersebut mendapat perhatian serius dari Tokoh Politik Pergerakan Perempuan Bekasi, Nyimas Sakuntala Dewi yang berharap agar Bawaslu beserta Gakkumdu mengedepankan transparansi dalam memperjelas duduk permasalahannya ketika menangani perkara tersebut sesuai dengan aturan dan perundangan yang berlaku.

"Jika memang terbukti melanggar ya harus ikuti aturan yang ada. Karena di mata hukum semua sama, tidak ada yang kebal hukum. Tinggal Bawaslu bisa tidak membuktikan secara benar, bukan kata-katanya. Selanjutnya jika terbukti, Bawaslu sendirikan punya aturan, jadi harus benar-benar fair dan transparan, agar para Caleg yang lain pun bisa menjadikan ini sebagai pelajaran. Dan pastinya Bawaslu jangan sampai tebang pilih, apalagi sampai masuk angin," papar Mbak Dewi, sapaan akrabnya kepada RakyatBekasi.com dengan tegas, Senin
(11/03).

Aktivis perempuan pengagum bung Karno ini mengingatkan agar penanganan perkara tersebut tetap menjadikan hukum sebagai panglima, sehingga tidak merugikan pihak manapun.

"Dan dalam hal ini awak media melalui pemberitaannya harus jelas. Duduk persoalannya dikupas tuntas, jadi harus objektif juga menuju ke titik permasalahannya. Jangan kebanyakan digoreng, emang pisang goreng. Ini kan tahun politik, jadi atmosfirnya beda, panas membara," ujarnya sambil menebar senyum.

[Bawaslu: Kasus Kampanye Intan PAN Dompleng Bantuan Kemenkes RI Lanjut ke Gakkumdu]

[Dompleng Bantuan Kemenkes RI, Bawaslu Proses Pelanggaran Kampanye Intan Fauzi PAN]

Lebih lanjut aktivis yang akrab disapa Bunda NSD ini turut berpesan kepada segenap tim sukses agar lebih berhati-hati dalam bermanuver demi mendulang suara warga.

"Kalau tim sukses tidak berhati-hati dan memperhatikan aturan perundangan yang berlaku, maka yang paling dirugikan adalah calegnya, kan kasihan," cetusnya.

[DPD PKS Kota Bekasi Terancam Sanksi Diskualifikasi sebagai Peserta Pemilu 2019]

[Targetkan Jokowi Menang 70%, Bara JP Gelar Deklarasi di Perkampungan Warga]

Ketika disinggung mengenai media yang menyerang ranah pribadi salah satu komisioner terkait aktivitasnya di media sosial, Mbak Dewi berpendapat hal tersebut tidak berkorelasi dengan kinerjanya saat ini.

"Dia mau tidurin cewek kek, ngelike video porno kek, kepo amat. Itu masalah pribadi, pihak lawan ora nyambung," tutupnya berseloroh. (YD/tian)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar