Kejaksaan Negeri Bekasi Dituding Lemah dan Masuk Angin Tangani Kasus Intan PAN

Sulistyo Adhi | Selasa, 26 Maret 2019 | 15:17 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM - Banwaslu Kota Bekasi bersama dengan Gakkumdu dianggap lemah dalam hal penanganan kasus caleg yang sudah melakukan pelanggaran kampanye.

Padahal sudah jelas di dalam UUD Nomor 7 Tahun 2017 Pasalnya 523 ayat 1 juncto pasal 280 ayat 1 huruf j tentang peserta kampanye tidak diperbolehkan memberikan atau menjanjikan uang atau materi.

[Demonstran Tuntut Bawaslu Tuntaskan Kasus Dugaan Pelanggaran Pemilu Caleg PAN Intan Fauzi]

Seperti yang dilakukan oleh Caleg Petahana DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN), Intan Fitriana Fauzi. Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang alumni PMII Bekasi, Abuddin.

"Kita tahu Intan Fauzi menjabat di Komisi V yang menangani infrastruktur, tapi kenapa yang dibagikan dari Kementerian Kesehatan itu pun kabarnya lewat para tim sukses, yakni makanan ibu hamil dan balita," ungkap Abuddin kepada RAKYATBEKASI.COM, Selasa (26/3).

Meskipun kursi Intan Fauzi merupakan PAW nya Lucky Hakim, putra daerah Bekasi ini mempertanyakan kenapa bantuan Kemenkes RI yang katanya merupakan aspirasi Intan Fauzi itu, momentumnya sangat pas dengan tahapan pesta demokrasi.

Terkait penanganan sejumlah kasus pelanggaran pemilu dan kampanye yang dilimpahkan Bawaslu Kota Bekasi ke Gakkumdu, Abuddin menduga kasus pidana pemilu tersebut menjadi mentah di tangan Kejaksaan Negeri Bekasi sehingga tak kunjung sampai ke meja hijau.

"Untuk itu kami meminta kepada Gakkumdu Kota Bekasi, dalam hal ini Kejaksaan Negeri Bekasi untuk tidak menahan-nahan kasus pidana pemilu dan pelanggaran kampanye sehingga tak kunjung disidangkan. Jangan bentar-bentar masuk angin seperti kasus Ronny Hermawan dari Partai Demokrat yang jelas ada fakta bagi-bagi sembako. Apakah identik terkait kasus pelanggaran kampanye semuanya bisa dikondisikan?," cetus Abuddin dengan tegas.

Hal tersebut terlihat jelas ketika kasus dugaan pelanggaran pemilu oleh Caleg PDI Perjuangan yang membagikan selai coklat meluncur mulus ke tahapan persidangan. Sementara itu kasus bagi-bagi sembako Ronny Hermawan dan juga kasus pelanggaran kampanye Partai Demokrat dengan beriklan di media cetak di luar waktunya, tertahan di meja kejaksaan.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait perkembangan pelanggaran kampanye yang dilakukan oleh Intan Fitriana Fauzi, calon anggota legislatif DPR RI dari Partai Amanat Nasional, Fariz Rachman, Jaksa Penuntut Umum Gakkumdu Kota Bekasi mengaku belum bisa berkomentar.

"Kasus Intan Fauzi masih di ranah Gakumdu. Kita belum bisa komentar," ujarnya berkelit.

[Bawaslu: Dasar Kesalahannya Amat Kuat, Intan Fauzi PAN Terancam Tak Ikuti Pemilu 2019]

[Tokoh Politik Perempuan Bekasi: Bawaslu dan Gakkumdu Jangan Tebang Pilih Kasus, Apalagi Masuk Angin]

Sementara itu terpisah, salah satu Tim pemenangan Intan Fauzi, Afrizal mengaku dirinya tidak mengikuti perkembangan kasus tersebut.

"Wah, kurang 86. Saya fokus sosialisasi," pungkasnya. (tian)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar