Pemisahan Aset Tak Kunjung Usai, Dirut PDAM Tirta Patriot Diduga Sering Potong Fee 10 Persen per Proyek

Sulistyo Adhi | Jumat, 28 Juni 2019 | 17:18 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Direktur Utama PDAM Tirta Patriot Solihat dinilai gagal menjalankan amanah dari Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi yang memerintahkan Solihat untuk menuntaskan prosesi pemisahan aset dengan PDAM Tirta Bhagasasi dalam waktu 6 bulan sejak dirinya dilantik.

Tak kunjung usainya proses pemisahan aset antar dua perusahaan pelat merah itu ternyata bukan satu-satunya catatan negatif pria yang akrab disapa Ebot selama memimpin PDAM Tirta Patriot.

"Soal pemisahan aset saja sudah gagal dia. Padahal perintah itu (penyelesaian pemisahan aset) adalahh amanah Wali Kota Bekasi loh yang didengar banyak orang. Belum lagi soal kelakuan dia terkait permainan proyek-proyek di PDAM Tirta Patriot, seringkali minta fee 10 persen dari para kontraktor," ungkap Sahat P. Rikky Tambunan yang tercatat sebagai Pengurus Kadin Kota Bekasi saat ini.

Selain sering kali minta fee proyek sebesar 10 persen, Rikky juga membeberkan bahwa Ebot juga banyak memberikan sejumlah proyek kepada rekanan kontraktor yang notabene dari salah satu ormas di Kota Bekasi.

"Selain itu juga Solihat itu memiliki rekam jejak di PDAM Tirta Bhagasasi yang buruk," beber Rikky seraya berjanji akan membongkar rekam jejak Ebot yang dinilainya buruk tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, Solihat nampak bungkam seribu bahasa tanpa respon.(*)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar