Istri Korban Tewas di Galaxy Minta Polisi Ungkap Pelaku Penembakan Suaminya

Sulistyo Adhi | Senin, 08 Juli 2019 | 16:47 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Lisyanti, istri korban tewas penembakan atas nama Danny Wadanugun (41), yang meregang nyawa pada 21 Juni lalu, mempertanyakan kelanjutan kasusnya ke penyidik Polrestro Bekasi Kota, yang sampai saat ini belum menemui titik terang siapa tersangka pelakunya.

Peristiwa penembakan tersebut diketahui telah menewaskan Danny Wadanugun (41) di tempat usahanya, Cucian Mobil & Motor, yang terletak di lahan samping timur Apartemen Metro Galaxy Park, Kota Bekasi.

Kendati peristiwa penembakan tersebut sudah hampir tiga minggu, namun sampai saat ini Lisyanti belum mendapatkan kejelasan siapa pelaku dan yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Apakah ada kaitannya dengan sengketa tanah tempat berdirinya Usaha Cucian Mobil & Motor milik Danny atau tidak? Hal itulah yang mendorong Lisyanti, istri Danny, mendatangi Polrestro Bekasi Kota, Senin (08/07/2019).

“Saya berharap pihak kepolisian mampu menangkap siapa pun pelaku dan dalang dari penembakan yang mengakibatkan tewasnya suami saya, tanpa pandang bulu demi tegaknya supremasi hukum di negeri ini,” ucap Lisyanti penuh harap.

Didampingi dua pengacaranya, BMS Situmorang dan Budiyono, Lisyanti bermaksud untuk mempertanyakan proses penanganan hukum atas kematian Danny Wadanugun, namun sayangnya mereka gagal mendapatkan informasi karena semua penyidik Unit Ranmor yang menanganinya, sedang tidak di tempat.

“Dalam pengusutan kasus yang menewaskan 1 orang dan menyebabkan 6 orang luka-luka ini, sebenarnya tidak terlalu sulit bagi Penyidik, mengingat di tempat kejadian perkara ada CCTV, yang sudah ada di tangan Penyidik, maupun CCTV milik Apartemen Metro Galaxy Park,” terang BMS Situmorang.

Situmrang mengungkapkan bahwa peristiwa penembakan terjadi pada hari Jumat, 21 Juni 2019 sekira pukul 23.30 WIB, oleh sekitar 30 sampai 50 orang tidak dikenal, yang menyerang atau mengeroyok Danny Wadanugun beserta 7 orang temannya sehingga menyebabkan Danny meninggal dunia secara tragis akibat luka tembakan di bagian perut.

“Semoga pihak Kepolisian mau dan mampu mengungkapnya demi kepastian hukum dan keadilan” ujar Situmorang lebih lanjut.

[Dugaan Manipulasi Data ala Oknum Pejabat Kelurahan dalam Sengketa Tanah Pinggir Becakayu Tahun 2013]

Melalui pers rilis yang ditandatanganinya, BMS Situmorang bersama dengan Budiyono menjelaskan bahwa sebenarnya tidak ada hubungan atau permasalahan hukum sebelumnya antara Pengembang Apartemen Metro Galaxy Park (Takke Grup) dengan Acam bin Mendung maupun dengan Danny Wadanugun (41) yang membuka usaha Cucian Mobil & Motor di atas tanah milik Acam bin Mendung (80).

Sejak Mei 2017, Acam bin Mendung hanya mempunyai hubungan hukum atau pengikatan jual beli tanah dengan seseorang bernama Supardi,SH, sebagaimana tertuang dalam Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) No. 25 tanggal 22 Mei 2017, yang ditandatangani oleh Acam bin Mendung dan Supardi,SH selaku pribadi (tanpa surat kuasa dari siapapun) dihadapan Notaris Harry Purnomo,SH di Bekasi.

Dalam Akta PPJB tersebut Supardi,SH berjanji akan membeli dan mengurus surat tanah Acam bin Mendung seluas 3.000 m2 dengan harga Rp2 jt per meter persegi, dan bahwa Acam bin Mendung telah menerima uang muka pembayaran sebesar Rp20 juta.

Tanpa memberitahu alasannya, sampai Januari 2019, janji akan membeli tanah sebagaimana tertuang dalam Akta PPJB tersebut, justru didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh Supardi,SH sendiri.

Aneh dan lucunya, kata Situmorang, peristiwa penyerahan uang muka Rp20 juta dan akta PPJB tertanggal 22 Mei 2017 tersebut, justru digunakan PT Anugerah Duta Sejati cq Laurence Martiadi Takke cq Suratman CH sebagai bukti untuk melaporkan Acam bin Mendung ke Ditreskrimum Polda Metro Jaya dengan Laporan Polisi: LP/6773/XII/2018/PMJ/Ditreskrimum tertanggal 10 Desember 2018.

“Bak gayung bersambut, rupanya laporan tersebut justru ditindaklanjuti dengan sangat baik oleh Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya, dengan menetapkan Acam sebagai tersangka, polisi melakukan penangkapan dan penahanan terhadap Acam bin Mendung atas dugaan tindak pidana penipuan atau penggelapan atau menyuruh menempatkan keterangan palsu pada akta autentik pada tanggal 09 Februari 2017 bertempat di Kalimalang Kota Bekasi,” ungkap Situmorang.

Acam bin Mendung yang sudah berumur senja itu, lanjut Situmorang, pun ditahan di Rutan Polda Metro Jaya sejak tanggal 16 Mei 2019. Padahal, pada tanggal 09 Februari 2017 Acam bin Mendung tidak pernah bertemu, tidak pernah menerima uang, dan tidak pernah menandatangani akta autentik dengan PT Anugerah Duta Sejati cq Laurence Martiadi Takke cq Suratman CH.

“Karena penandatangan Akta PPJB dan serah terima uang tersebut adalah murni peristiwa perdata antara Supardi, SH sebagai pribadi (tanpa ada surat kuasa dari PT Anugerah Duta Sejati), sehingga tidak ada kaitannya secara hukum dengan PT Anugerah Duta Sejati”, bebernya.

Lalu 4 hari sejak ditahan, Kuasa Hukum Acam bin Mendung pun langsung menggugat pembatalan akta PPJB tertanggal 22 Mei 2017 tersebut ke Pengadilan Negeri Bekasi, dengan register perkara perdata No222/PDT.G/2019/Bks. tanggal 20 Mei 2019, antara Acam bin Mendung sebagai Penggugat lawan Supardi,SH sebagai Tergugat, yang pada tanggal 10 Juli nanti sudah memasuki Agenda Replik dari Penggugat.

Sayangnya kata Situmorang, gugatan pembatalan terhadap akta PPJB tersebut tidak digubris oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Roycke Harry Langie, S.I.K, MH untuk menangguhkan penahanan Acam bin Mendung, yang sudah dimohon Istri dan Penasihat Hukum Acam bin Mendung sejak tanggal 20 Mei 2019.

Dan, yang terjadi kemudian, tepatnya tanggal 21 Juni 2019, justru Danny Wadanugun, orang yang diizinkan oleh Acan bin Mendung untuk mencari rejeki di atas tanahnya, dengan mengoperasikan Usaha Cucian Mobil & Motor, justru meninggal dunia secara mengenaskan, karena terkena peluru tajam orang tidak dikenal.

“Nasib Acam bin Mendung benar-benar seperti pepatah yang berbunyi, sudah jatuh di usia senja, tertimpa tangga pula,” pungkas Situmorang. (Fie)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar