Sengkarut PDAM Tirta Patriot, Mulai dari Plesiran Direksi Hingga Pegawai Berbaju Parpol

Sulistyo Adhi | Senin, 04 Nopember 2019 | 07:55 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Direktur CBA (Center Budget for Analysis) Uchox Sky Khadafi mengatakan bahwa biaya yang digelontorkan PDAM Tirta Patriot sebesar Rp1.031.913.300 untuk perjalanan dinas direksi pada tahun 2018 sangat perlu untuk diaudit.

"Faktanya adalah beban miliaran perjalanan direksi tidak dibarengi dengan peningkatan pendapatan," ujar Uchox kepada RAKYATBEKASI.COM, Senin (04/11).

Fakta selanjutnya menurut Uchox adalah beban usaha perusahaan pelat merah milik Kota Bekasi ini sangat besar sekali. Salah satu beban usahanya, kata Uchox, PDAM Tirta Patriot setiap tahunnya harus mengeluarkan anggaran sebesar Rp26 Miliar untuk pembayaran beban usaha pegawai.

"Nyatanya jajaran direksi tidak berusaha menurunkan beban usaha dan mencari pendapatan lain. Mereka (direksi) sudah terlanjur dimanjakan dengan penyertaan modal dari APBD Kota Bekasi setiap tahun," beber Uchox.

[Uchox Sky Khadafi: Penyertaan Modal Bikin "Manja" Direksi PDAM Tirta Patriot]

[Biaya Plesiran Direksi PDAM Tirta Patriot Hamburkan Miliaran APBD Kota Bekasi]

Sebelumnya diberitakan, Ketua Aliansi Pemuda Bangun daerah (APBD) Oktofiasasi mengecam Perjalanan plesiran direksi ditahun 2018 sangat fantastis sebesar Rp1.031.913.300 perlu diaudit segala macam bentuk biaya akomodasi, penginapan serta honor direksi.

"Plesiran direksi yang memakan anggaran miliaran perlu diaudit oleh kejaksaan. Dalam waktu setahun kemana aja dan gunanya apa toh pasokan air ke konsumen masih kurang" ujar Ketua APBD Oktofiasasi kepada RAKYATBEKASI.COM, Kamis (31/10).

Plesiran direksi yang dilaksanakan tiap tahun ini, kata Okto, melebihi angka sumbangan PAD PDAM Tirta Patriot ke Pemkot Bekasi yang tak kunjung meningkat.

"Aneh aja, tiap tahun melakukan perjalanan dinas buat apa klo ga ada manfaat, baiknya ditambah aja ke PAD banyak manfaatnya ketimbang buat jalan-jalan direksi. Ini jelas pemborosan anggaran" kata Okto.

Berdasarkan fenomena tersebut, lanjut Okto, dapat memperjelas terkait hobi direksi yang terlalu senang jalan-jalan sehingga lupa dengan tupoksinya.

"Saya lihat Sholihat senang ama jalan-jalan jadi lupa ama tugasnya sebagai dirut dan kejaksaan harus segera memanggil Pengguna Anggaran (PA) tersebut," tegasnya.

Lebih lanjut Okto mendesak Komisi I DPRD Kota Bekasi segera memanggil jajaran direksi PDAM Tirta Patriot karena terindikasi melangggar Permendagri No 2 tahun 2007 dan PP 54 tahun 2017 pasal 78.

"DPRD harus segera memanggil dirut PDAM untuk menjelaskan terkait karyawan yang masih aktif dalam partai politik dan harus segera memecat oknum tersebut, serta menjelaskan manfaat perjalanan dinas direksi untuk konsumen," pungkasnya. (AS/tian)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar