Humas PDAM Tirta Patriot Mundur dari DPD Partai Golkar Kota Bekasi?

Sulistyo Adhi | Rabu, 06 Nopember 2019 | 15:14 WIB

Share Tweet



Suasana audiensi Aliansi Pemuda Bangun Daerah (APBD) dengan jajaran direksi PDAM Tirta Patriot yang berlangsung pada, Rabu (06/11/2019).

RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Kasubbag Humas PDAM Tirta Patriot, Uci Indrawijaya yang juga kader aktif Partai Golkar mengaku telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Bekasi.

Pernyataan mundur tersebut, disampaikan Uci dalam audiensi Aliansi Pemuda Bangun Daerah (APBD) dengan jajaran direksi PDAM Tirta Patriot yang berlangsung pada, Rabu (06/11/2019).

"Saya sudah berjanji kepada direksi, bahwa saya akan fokus disini, terlepas reward atau hadiah dari PG (Partai Golkar) terkait posisi saya ke depan, saya tidak lihat itu," kata Uci Indrawijaya di depan para peserta audensi.

[Uchox Sky Khadafi: Penyertaan Modal Bikin "Manja" Direksi PDAM Tirta Patriot]

Uci mengakui bahwa pada pasal 78 PP Nomor 54 Tahun 2017, pegawai BUMD dilarang menjadi pengurus partai politik. Namun Uci berkilah saat dirinya masuk di PDAM Tirta Patriot, peraturan tersebut belum muncul.

"Saya masuk pada Tahun 2011, dan belum ada peraturan. Saya paham PP 54 Tahun 2017, makanya surat pengunduran diri sudah dilayangkan ke DPD (Partai Golkar) sejak peraturan tersebut muncul. Tetapi belum saya tembuskan ke direksi," kelitnya.

Kendati demikian, Uci enggan publik mengetahui perihal pengunduran dirinya. Sebab dirinya menilai situasi kepartaian saat ini tengah sensitif.

"Saya sudah mundur teratur. Karena apa? situasi kepartaian saat ini sangat sensitif. Maka saya tidak mau ramai, tetapi kalau mau diklarifikasi, suratnya gak saya bawa sekarang dan saya akan komit dan intens disini," tukas Uci berkilah saat didesak surat pengunduran dirinya.

"Nanti saya akan tanyakan ke Pak Sekjend (Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Bekasi) dan akan saya serahkan ke direksi," ucapnya.

[Biaya Plesiran Direksi PDAM Tirta Patriot Hamburkan Miliaran APBD Kota Bekasi]

Uci yang juga Plh. Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Bekasi pada pelaksanaan Pemilu 2019 ini, mengaku sudah tidak ada keperluan dengan Partai Golkar. Sehingga dirinya bertekad memilih PDAM Tirta Patriot sebagai pelabuhan karir ke depannya.

"Saya sudah tidak ada keperluan apa-apa disana (PG), kecuali saat pileg 2019 saya menjadi Plh. Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Bekasi, itu pun saya gak full. Kalau full habis, ya saya bergerak di bawah, tapi itu kan gak," kata Uci mempertegas keengganannya untuk dilibatkan dalam Partai Golkar.

"Musda (Partai Golkar Kota Bekasi) 2020 juga saya gak mau terlibat," tegasnya.

[Sengkarut PDAM Tirta Patriot, Mulai dari Plesiran Direksi Hingga Pegawai Berbaju Parpol]

Terpisah, Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi, Rahmat Effendi belum berani membeberkan perihal pengunduran Uci Indrawijaya sebagai Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Bekasi.

Politisi yang menjabat sebagai Wali Kota Bekasi ini mengungkapkan bahwa mekanisme pengunduran diri kader atau pengurus hanya diterima dalam rapat pleno.

"Mundur sih kapan saja. Hanya diterima dalam rapat pleno," katanya singkat.

Desakan mundur kepada sejumlah kader atau pengurus partai politik yang berstatus sebagai pegawai BUMD lainnya yang ada di Kota Bekasi juga dilontarkan politisi senior Partai Demokrat, Arwis Sembiring.

[Komisi I DPRD Kota Bekasi: Hentikan Penyertaan Modal PDAM Tirta Patriot]

"Kalau sudah menurut aturan, tidak bisa tidak. Artinya kalau mau benar-benar profesional ya harus mundur," terang anggota DPRD Kota Bekasi Periode 2019-2024 ini.

Kendati Wali Kota berasal dari Partai Golkar, Arwis menegaskan, tidak boleh ada kader aktif partai tersebut yang duduk di BUMD kecuali mengundurkan diri dari partainya.

"Jadi ada aturannya. Terlepas warna politiknya apapun dia harus mundur dari partai. Karena pegawai tidak boleh berpolitik praktis," tukasnya. (tian)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar