Diduga Tak Berizin, Warga Tolak Tempat Maksiat LaVista Therapy dan Skies Karaoke

Sulistyo Adhi | Rabu, 13 Nopember 2019 | 19:27 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Warga RT 01, 03, 04, 05 RW 002 Kelurahan Pekayon Kecamatan Bekasi Selatan, menolak keberadaan LaVista Water Therapy dan Skies Karaoke di Revo Town Bekasi, karena diduga menjadi sarang maksiat.

"Saya jadi RW baru tiga bulan, tidak tahu soal perizinannya. Tetapi warga disini menolak keberadaan tempat hiburan malam yang memiliki konotasi ke arah maksiat," terang Ketua RW 002, Karnadi kepada awak media, Rabu (13/11/2019).

Hal sama diungkapkan tokoh masyarakat setempat yang menyebut THM identik dengan maksiat. Sehingga, akan berdampak negatif bagi lingkungan yang notabene warga taat beragama.

"Yang namanya tempat hiburan atau tempat spa, identik sama yang namanya maksiat. Mau ada izin atau gak, warga menolak tempat maksiat," ujar tokoh masyarakat yang enggan disebut namanya.

Diakuinya, masyarakat memang tidak memiliki wewenang untuk mengeluarkan perizinan atau menutup kedua lokasi tersebut. Hanya saja, sebagai warga yang beretika, pemerintah diharapkan peka terhadap tuntutan warganya.

"Kami masyarakat memang tidak punya wewenang memberikan izin tetapi harus ada etika kepada warga. Intinya, warga menolak dan mengenai langkah tegas adalah wewenang pemerintah," ujarnya.

LaVista Water Therapy yang baru saja melakukan launching tempat tersebut, diketahui adalah cabang dari tempat massage dan spa bertajuk My Place. Hal ini diungkapkan oleh salah seorang yang mengaku sebagai pegawai di tempat pijat dan sauna tersebut.

Kepada awak media, pegawai tersebut mengatakan tempatnya sudah mengantongi izin. Namun, yang memiliki wewenang untuk menjawab pertanyaan media adalah pimpinan yang kini tengah berada di Polsek Bekasi Selatan.

"Silahkan ke Polsek Bekasi Selatan. Manajer dan pimpinan disini sedang bertemu dengan Pak Bambang (Kapolsek), karena ada pertemuan dengan warga," katanya.

Kapolsek Bekasi Selatan, Kompol Bambang malah mendadak bungkam ketika dikonfirmasi mengenai pemanggilan manajemen LaVista Water Therapy dan Skies Karaoke.

Bambang melimpahkan kepada Kanit Intelkam untuk menjawab. Dia beralasan akan pergi.

"Gak sempat ngurus yang begituan, masih banyak yang perlu diurus. Tanyanya ke kanit aja," kata Kapolsek yang langsung pergi meninggalkan awak media.

Sementara, Kanit Intelkam Polsek Bekasi Selatan, Basuki juga enggan memberikan pernyataannya. Ia berkelakar bahwa yang bertanggung jawab adalah Kapolsek.

"Yang pimpinan disini siapa? Ya itu jawabnya," kilah Basuki.

Dari pantauan RAKYATBEKASI.COM, manajeman LaVista Water Therapy dan Skies Karaoke, terlihat langsung meninggalkan Mapolsek Bekasi Selatan sesaat awak media tiba.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi, Agus Enap mengaku belum mengetahui perihal penolakan warga.

Kendati demikian, Agus Enap mengatakan bahwa keberadaan LaVista Water Therapy dan Skies Karaoke di Revo Town, dianggapnya tidak mengganggu warga karena masuk dalam kawasan sendiri.

"Soal penolakan warga dan perizinan saya perlu cek dulu. Tetapi keberadaan kedua tempat ini kan jadi satu dengan mall Revo, itu tidak mengganggu lingkungan," tutup Agus Enap. (tian)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar