Komisi IV DPRD Kota Bekasi Audensi dengan Warga yang Tolak Tempat Maksiat di Wilayahnya

Sulistyo Adhi | Kamis, 14 Nopember 2019 | 13:21 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Sejumlah warga yang menolak keberadaan LaVista Water Therapy dan Skies Karaoke karena diduga menjadi sarang maksiat, mendatangi Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Kamis (14/11) pagi.

Audensi tersebut merupakan buntut dari penolakan warga RT 01, 03, 04, dan 05 RW 002 Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, terhadap beroperasinya dua tempat tersebut di wilayahnya.

"Alhamdulillah kami diterima dengan baik dan merasa tidak menjadi orang asing di Kota Bekasi sehingga kita bisa menyampaikan keluhan dan penolakan kami secara leluasa," ujar Rahmat yang merupakan tokoh masyarakat kepada RAKYATBEKASI seusai rapat audensi.

Warga di lingkungan RW 002 Kelurahan Pekayon Jaya, kata Rahmat, secara bulat menolak keberadaan tempat hiburan apapun bentuk dan namanya, sebab identik dengan kemaksiatan.

"Kami tidak mempermasalahkan soal perizinan, karena kami orang awam yang tidak paham seluk beluk perizinan. Tetapi kami secara tegas dan bulat bersepakat menolak adanya tempat maksiat tersebut di wilayah kami," tegas Rahmat.

[Diduga Tak Berizin, Warga Tolak Tempat Maksiat LaVista Therapy dan Skies Karaoke]

masih di tempat yang sama, Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi Sardi Effendi mengaku bahwa pihaknya telah menerima segala keluhan serta penolakan warga dan akan menanyakan hal tersebut ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi dalam rapat yang rencananya digelar minggu depan.

"Kebetulan kami memang sudah mengagendakan rapat Komisi IV dengan semua SKPD mitra kerja, nanti di rapat tersebut akan kita tanyakan," cetusnya singkat.

Sementara itu Sekretaris MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kota Bekasi, Ustadz Sanwani, menegaskan bahwa segala bentuk tempat dan sarang maksiat itu haram.

"Hal yang berbau subhat saja haram, apalagi yang nyata-nyata tempat maksiat," ucap Sanwani. (tian)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar