Diberitakan Pergi ke China Bareng Wali Kota, Lurah Pekayon Jaya Ancam Wartawan

Sulistyo Adhi | Jumat, 15 Nopember 2019 | 17:42 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Yudhi, salah seorang Wartawan radarnonstop.co mengaku merasa dirinya diancam oleh Lurah Pekayon terkait pemberitaan "Wow!!! Lurah Pekayon Jaya Diajak Tour Ke China?".

Yudhi menjelaskan, pemberitaan yang dibuatnya pada Rabu, 13 Oktober 2019 lalu, terkait pemberitaan dugaan Lurah Pekayon Jaya, Rahmat Jamhari atau yang akrab disapa Jidor diduga ikut dalam rombongan ke China bersama Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mencoba mengkonfirmasi namun tidak di gubris.

"Rabu, 13 Oktober 2019 berita itu saya buat. Dan sebelumnya saya coba mengkonfirmasi yang bersangkutan lewat WhatsApp dengan pertanyaan-pertanyaan terkait keikutsertaannya ke China namun tak satupun dijawab. Dan tanggal 15 Oktober dia (Lurah Jidor) baru ngerespon," terang Yudhi kepada RAKYATBEKASI.COM, Jum'at (15/11).

Yudhi menjelaskan kalau dirinya saat ini merasa terancam dengan balasan WhatsApp Lurah Pekayon.

"Salah satu isi balasan Lurah Pekayon, 'saya sikat' jelas itu bentuk intimidasi terhadap wartawan. Padahal kita berkerja sesuai UU No 40 tahun 1999 tentang kebebasan Pers ini saya malah diancem saat konfirmasi sesuai sesuai Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik itu landasan kita mencoba konfirmasi yang bersangkutan," tegasnya.

Aksi ancaman tersebut, kata Yudhi, merupakan bentuk tidak transparansinya para pemangku jabatan selaku figur Publik terlebih sebagai Abdi Negara yang menunjukkan sebuah sikap arogansi pejabat di Pemerintah Kota Bekasi.

"Ini bentuk ketidak profesionalan dan arogansi para pejabat yang anti kritik sehingga timbul pengancaman terhadap wartawan. Awalnya saya mencoba memahami dan membawa diam, harusnya dia meminta Dewan Pers untuk memberikan Hak Jawab bukan anceman terhadap wartawan," pungkasnya. (tian)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar