Partai Gelora Hadir di Jawa Barat, Banyak Mantan Kader PKS Hijrah

Sulistyo Adhi | Kamis, 21 Nopember 2019 | 07:23 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, BANDUNG - Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) kini secara resmi hadir di Provinsi Jawa Barat. Hal ini ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan kepada ketua DPD Partai Gelora 27 kabupaten/kota di Jabar.

SK Kepengurusan tersebut diserahkan langsung Ketua DPW Partai Gelora Jabar Haris Yuliana di kawasan Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Rabu (21/11/2019).

"Ini menjadi landasan tugas bagi mereka untuk membentuk pengurus sampai tingkat paling bawah," kata Haris Yuliana.

Haris mengemukakan bahwa pihaknya bakal memiliki kader dengan jumlah yang signifikan di Jabar, meski kini pihaknya belum mendapatkan catatan resmi terkait jumlah anggota Partai Gelora di Jabar.

Sikap optimismenya itu seiring dengan terbentuknya kepengurusan di setiap kabupaten/kota. Terlebih, tambah Haris, dalam waktu dekat, pihaknya akan meluncurkan aplikasi digital perekrutan kader.

"Pada 16 Desember nanti, kami akan me-launching aplikasi keanggotaan. Jadi, (calon kader) bisa mendaftar di mana juga," ujar dia.

Haris tidak menampik ketika disinggung kehadiran mantan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam partainya. Bahkan Haris menyebut, dirinya tidak heran jika banyak mantan kader PKS yang kini berlabuh di partainya.

"Mayoritas mantan PKS. Di setiap kabupaten/kota selalu ada mantan PKS," tutur Haris.

Menurut Haris, banyaknya mantan kader PKS yang bergabung ke partainya tak lepas dari ada perbedaan ideologis yang cukup tajam dengan PKS saat ini.

"Ada konflik ideologis yang terjadi dengan PKS, yang membuat ketidaknyamanan dan kegelisahan dari sebagian kader," ungkap dia.

Haris meyakinkan bahwa karakter Partai Gelora sangat berbeda dengan PKS. Dengan mengusung ideologi Islam nasionalis, Haris optimistis, partainya akan dilirik banyak kalangan.

"Partai Gelora bukan untuk segmen terbatas. Kita tidak mengenal kiri, tengah, kanan. Ini satu akronim baru dalam perpolitikan Indonesia," pungkas Haris. (tian)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar