Aktivis GmnI Desak DPRD dan Pemkab Bekasi Sahkan Raperda Lahan Abadi (PLP2B)

Sulistyo Adhi | Minggu, 24 Nopember 2019 | 16:17 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KABUPATEN BEKASI - Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GmnI) Bekasi, Aang Jamasari, mengatakan Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (Perda RTRW) harus segera dilaksanakan di Kabupaten Bekasi.

hal tersebut dikatakannya menyusul adanya indikasi terjadi pelanggaran dalam pelaksanaan pembangunan dengan perubahan fungsi tanah pertanian menjadi perumahan dan industri.

"Di dalam Perda RTRW 2011 lalu, luas lahan pertanian basah yang diarahkan dan ditetapkan sebagai lahan pertanian pangan berkelanjutan sebagaimana tercantum di Pasal 29 ayat (3) memiliki luas kurang lebih 35.244 hektar. Namun, setelah melalui verifikasi, saat ini hanya tersisa 28 ribu hektar atau menyusut sebanyak 7 ribu hektar lebih," ucap Aang kepada RAKYATBEKASI, Sabtu (23/11).

Selain Perda RTRW, Aang juga menegaskan agar Perda PLP2B (Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) harus segera dilaksanakan sebagai upaya agar fungsi tanah pertanian tidak beralih fungsi menjadi industri maupun pemukiman.

"Jadi dengan adanya PLP2B ini lahan pertanian yang ada kita kunci sehingga nantinya tidak bisa beralih fungsi baik menjadi industri ataupun pemukiman,” tegasnya.

Berdasarkan hal tersebut, Aang membeberkan bahwa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GmnI) Bekasi akan menggelar aksi demontrasi menuntut Bupati beserta DPRD Kabupaten Bekasi untuk segera mengesahkan rancangan perda PLP2B atau lahan abadi.

"Kami akan melaksanakan demonstrasi menuntut Bupati dan DPRD Kabupaten Bekasi agar perda PLP2B atau lahan abadi bisa disahkan secepatnya," tutupnya. (tian)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar