Angka Kemiskinan Meningkat di Tengah Kawasan Industri, Buah dari Buruknya Kinerja Bupati Bekasi?

Sulistyo Adhi | Sabtu, 23 Nopember 2019 | 17:10 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KABUPATEN BEKASI - DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GmnI) Bekasi mengkritik buruknya kinerja Pemerintah Kabupaten Bekasi atas meningkatnya angka kemiskinan meskipun memiliki kawasan industri terbesar se Asia tenggara.

"Kami melihat tingkat kemiskinan di kabupaten bekasi meningkat dikarenakan hari ini BPS dan Dinsos tidak pernah memberikan data akurat kepada publik mengenai warga tidak mampu atau miskin" ucap Wakil Ketua DPC GmnI Bekasi Bowo kepada RAKYATBEKASI, Sabtu (23/11).

Eka supriatmaja sebagai Bupati Bekasi, kata Bowo, harus bisa lebih fokus bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kabupaten Bekasi, mengingat kawasan industri yang berada di lingkungan harus memberi manfaat dan kemudahan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

"Bupati bekasi harus lebih fokus untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat industri yang ada harus memberi maanfaat bagi pertumbuhan laju ekonomi rakyat, kami menduga tingkat kemiskinan dikabupaten bekasi meningkat dilihat dari banyaknya tingkat pengangguran dan putus sekolah di tingkat sekolah dasar" ucap bowo

Lebih lanjut Bowo membeberkan bahwa pihaknya berhitung pada penerima bantuan Non Tunai (BPNT) pada tahun 2018 ada 96.601 keluarga penerima manfaat (KPM) di tahun 2019 bantuannya mencapai 102.589 KPM ada kenaikan 5.988 KPM bupati bekasi harus dapat mencermati kenaikan kemiskinan di kabupaten bekasi.

"Kemiskinan di kabupaten bekasi meningkat karena penerima bantuan pangan Non tunai (BPNT) meningkat ada peningkatan 5.988 orang di tahun 2019 ini tidak menutup kemungkinan di tahun 2020 akan bertambah" pungkasnya. (AS)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar