GmnI Bekasi Gelar Demonstrasi Desak Bupati dan DPRD Sahkan Raperda Lahan Abadi

Sulistyo Adhi | Senin, 25 Nopember 2019 | 14:23 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KABUPATEN BEKASI - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menggelar aksi damai di komplek Pemerintahan Kabupaten Bekasi, Senin (29/11/2019).

Koordinator aksi, Aang Jamasari menuding banyak lahan pertanian yang berubah fungsi menjadi lahan industri atau pemukiman. Hal tersebut menurut Aang, melanggar perda No 12 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bekasi.

“Di dalam Perda RTRW 2011 lalu, luas lahan pertanian basah yang diarahkan dan ditetapkan sebagai lahan pertanian pangan berkelanjutan sebagaimana tercantum di Pasal 29 ayat (3) memiliki luas kurang lebih 35.244 hektar. Namun, setelah melalui verifikasi, saat ini hanya tersisa 28 ribu hektar atau menyusut sebanyak 7 ribu hektar lebih,” ujar Aang kepada RAKYATBEKASI disela aksi, Senin (25/11).

Perda Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B), kata dia, harus segera dilaksanakan sebagai supaya tidak ada alih fungsi tanah pertanian menjadi industri maupun pemukiman.

“Jadi dengan adanya PLP2B ini lahan pertanian yang ada kita kunci sehingga nantinya tidak bisa beralih fungsi baik menjadi industri ataupun pemukiman,” katanya.

Adapun terkait aksi demonstrasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bekasi kali ini, Aang membeberkan bahwa pihaknya menuntut Bupati beserta DPRD kabupaten Bekasi untuk segera mengesahkan Raperda PLP2B atau lahan abadi.

“Kami menuntut Bupati dan DPRD kabupaten Bekasi agar perda LP2B atau tanah abadi bisa disahkan secepatnya,” pungkasnya. (AS)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar