Korlap Aksi Guru Mangkir, Komisi I DPRD Kota Bekasi Desak Pecat Lukmanul Hakim

Sulistyo Adhi | Senin, 02 Desember 2019 | 16:12 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Ketua Silaturahmi Guru Tenaga Kependidikan (GTK) Lukmanul Hakim mangkir dalam pertemuan klarifikasi di Komisi 1 DPRD Kota Bekasi pada Senin (2/11/2019).

Ironisnya penggerak aksi unjuk rasa guru TKK pada Jumat (29/11/2019) lalu tersebut malah tidak hadir dan hanya mengirim surat balasan undangan Komisi I DPRD Kota Bekasi tanpa memberi alasan ketidakhadirannya.

Sikap Lukmanul Hakim membuat jajaran pimpinan Komisi 1 DPRD Kota Bekasi makin meradang termasuk Kepala Dinas Pendidikan Inayatullah dan Kepala Badan Kepegawaian dan Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Karto yang hadir dipertemuan tersebut.

"Memang waktu Jumat mereka demo ke Pemkot Bekasi, saya disuruh menemui mereka. Dan saya lihat memang itu anak (Lukmanul Hakim.red) songong dan kurang ajar. Lah honor bulanan mereka kan sudah kita cairkan. Kok malah demo," ungkap Karto kesal di hadapan jajaran Komisi 1 DPRD Kota Bekasi.

Senada dengan Karto, Kadisdik Kota Bekasi Inayatullah, menyangkal adanya organisasi Forum Silaturahmi GTK. Justru, kata Inay, dirinya baru tahu ada lembaga seperti itu.

"Aksi mereka tidak ada ijin dari saya. Bahkan lampiran ijin aksi dari Polres, kami tidak menerima copy-annya. Saya baru tahu itu ada forum seperti itu," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Bekasi, Iwan Nendi Kurniawan mengaku kecewa dengan sikap koordinator aksi yang menuding dapat isu adanya pemotongan gaji TKK sebesar Rp2.8 juta dari media online. 

"Itu pernyataan seolah menuding kami pelaku jurnalis media online memproduksi hoax. Kami kecewa ketidakhadiran Lukmanul Hakim. Hasil pertemuan ini akan kami koordinasikan dengan teman-teman pengurus IWO Kota Bekasi. Jika tidak ada sanksi tegas dari dinas terkait kemungkinan besar kita akan laporkan ke kepolisian," tegasnya. 

Desakan agar Lukmanul Hakim diberi sanksi pemecatan disuarakan jajaran Komisi 1 DPRD Kota Bekasi.

"Kami kasih waktu 1 minggu ya pak Kadis kalau untuk memberi sanksi tegas terhadap saudara Lukman Hakim sebagai provokator," tegas Ketua Komisi 1 DPRD Kota Bekasi, Abdul Rojak. (*)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar