Komisi I DPRD Kota Bekasi sebut Daftar Pemilihan Ketua RW Dibanderol Rp15 Juta Tidak Etis

Sulistyo Adhi | Rabu, 11 Desember 2019 | 14:15 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, JATIASIH – Panitia pemilihan RW 06 Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi Jawa Barat, mematok biaya pendaftaran hingga belasan juta rupiah bagi para Calon Ketua RW yang akan bertarung pada pemilihan RW 06 yang akan digelar pada Minggu 28 Desember 2019 mendatang.

Hal tersebut terungkap jelas di pamflet sosialisasi pemilihan Ketua RW 06 yang mencantumkan biaya pendaftaran sebesar Rp15 juta sebagai salah satu poin persyaratan untuk berlaga sebagai peserta kontestasi elektoral tingkat RW tersebut.

”Info dari sekretaris kelurahan benar. Jadi itu tadi saya sudah konfirmasi sama sekel sebagai ketua panitia, karena untuk panitianya itu lurah atau orang yang ditunjuk oleh lurah, kalau fungsionalnya tetap masyarakat," kata Sekretaris Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Ahmad Syahroni kepada RAKYATBEKASI, Rabu (11/12).

Sementara itu, sekretaris kelurahan Jatiluhur, Muhidin menjelaskan angka tersebut merupakan kesepakatan dari seluruh panitia, tokoh masyarakat, dan karang taruna setempat.

Pria yang juga sebagai panitia pemilihan RW 06 kelurahan Jatiluhur itu mengaku, telah memberikan pertimbangan kepada panitia, namun angka tersebut telah disepakati, beserta dengan beberapa nama yang sudah diketahui akan mencalonkan diri sebagai ketua RW.

”Jadi kemarin juga panitia sudah saya kasih gambaran, kalau ini angka yang fantastis, saya khawatirnya nanti kalau ada calon yang kompeten, dan berpotensi untuk jadi pemimpin, tapi nominal anggarannya nggak sampai," terang sosok yang mengaku sudah empat kali menjadi ketua panitia pemilihan serupa di wilayah tersebut.

Asumsi biaya yang diperlukan oleh panitia sejak tahap awal sosialisasi hingga akhir pelaksanaan pemilihan ketua RW, panitia memperkirakan biaya yang diperlukan sebesar Rp16.100.000, sementara sisa dari uang pendaftaran calon jika lebih dari satu orang akan dipergunakan untuk menggelar syukuran warga RW 06, milad karang taruna, dan maulid Nabi.

Di beberapa RW yang pernah dilakoni, biaya pendaftaran bervariasi, diantaranya Rp5 juta, bahkan gratis. Tidak ada alokasi anggaran khusus untuk membiayai pemilihan RW, semua di bebankan kepada calon ketua RW.

”Saya bilang gini, acuan kita tetap Perda nomor 5 tahun 2015, tapi saya kembalikan kepada kearifan lokal, artinya aspirasi yang berkembang di sekitar," lanjut Muhidin.

Berbicara mengenai transparansi penggunaan anggaran, ia mengatakan akan dibuatkan lembar pertanggungjawaban dari panitia, setiap kegiatan yang dilakukan, akan dimuat pada berita acara dan disaksikan oleh tokoh masyarakat.

Sementara itu terpisah, Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi, Abdul Rozak mengatakan, biaya pendaftaran sebagaimana yang dijadikan persyaratan tersebut dinilai tidak wajar dan sangatlah tidak etis.

Angka yang wajar untuk biaya administrasi, kata dia, berkisar diangka Rp500 ribu hingga Rp1juta.

”Di tempat saya juga ada, salah satunya, tapi panitia itu katakanlah dalam sistim kepanitiaan karena RT RW memang tidak ada anggarannya, panitia memungut atau meminta untuk administrasi. Kalau saya dengar sampai Rp15 juta, ini kan sudah tidak wajar menurut saya. Kalau sampai Rp15 juta itu yang menurut saya perlu diluruskan, walaupun tidak melanggar," terang pria yang akrab disapa Bang Jack ini.

Lebih lanjut Politisi Partai Demokrat Kota Bekasi ini membeberkan bahwa Perda nomor 5 tahun 2015, hanya menerangkan persyaratan seputar pendidikan minimal untuk calon yang bersangkutan. Adapun biaya administrasi tersebut diminta untuk membiayai operasional kegiatan selama rangkaian pemilihan, seperti untuk kebutuhan undangan dan konsumsi ketika mengumpulkan masyarakat.

Jika cara seperti ini terus dilakukan, Bang Jack khawatir akan mencoreng nama baik, Beda hal jika calon yang bersangkutan menyepakati, dan menyanggupi persyaratan tersebut.

”Pemerintah dalam hal ini camat perlu memberi himbauan kepada masyarakat ataupun kepanitiaan untuk tidak memberatkan setiap orang mencalonkan diri untuk mengabdi di tengah masyarakat,” pungkasnya. (tian)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar