Tangkal Adu Domba dengan Isu Agama, FKUB Jabar Gelar Seminar "Harmoni dalam Keragaman untuk Indonesia"

Sulistyo Adhi | Selasa, 17 Desember 2019 | 19:12 WIB

Share Tweet



Plh. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Barat, Sapta Dasuki Julianto menyampaikan sambutan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di hadapan peserta seminar FKUB bertajuk "Harmoni dalam Keragaman untuk Indonesia" di Hotel Arsilia Bandung, Selasa (17/12/2019).

RAKYATBEKASI.COM, BANDUNG - Keragaman merupakan anugerah terindah dari Yang Maha Kuasa dan juga sebuah takdir yang tidak bisa dipungkiri bahkan dihindari.

Hal tersebut dilontarkan Ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Provinsi Jawa Barat ketika menyampaikan laporannya pada kegiatan Seminar FKUB bertajuk "Harmoni dalam Keragaman untuk Indonesia" di Hotel Arsilia Bandung, Selasa (17/12/2019).

Turut hadir dalam seminar tersebut, seluruh Ketua FKUB Kabupaten dan Kota Se-Jawa Barat, Ketua Organisasi Keagamaan Se-Jawa Barat dan juga segenap Praktisi, Pemuka Agama serta Tokoh Masyarakat.

Dalam penyampaian laporan penyelenggaran seminarnya, Ketua FKUB Provinsi Jawa Barat Drs.HM. Rafani achyar M.Si berharap agar FKUB tidak hanya berwacana terkait harmonis dan keragaman, namun dapat menjadi garis terdepan dalam implementasi keragaman hingga dapat mempraktikkan secara konkret dalam kehidupan sehari-hari.

"Saya sebagai ketua, tak ingin FKUB hanya sebatas sebagai wadah formal saja, hanya menjadi lembaga yang hanya ramai memunculkan wacana dan sekedar diskusi saja tentang keberagaman," ujar Rafani Achyar dalam laporannya.

Sementara itu, Sapta Dasuki Julianto, sebagai Plh. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Barat, menyampaikan sambutan dari Gubernur Jawa Barat, dengan beberapa pesan dan harapan kepada FKUB agar menjadi garda terdepan dalam menjaga, dan mewujudkan kerukunan umat beragama di tengah kompleksitas-nya permasalahan sosial dan politik seusai bergulirnya era reformasi.

Perkembangan teknologi informasi pun harus menjadi sorotan FKUB dalam rangka menjaga kerukunan umat beragama. Karena tak jarang opini publik dibentuk karena ada oknum yang melempar isu sensitif soal keagamaan di media sosial,

"Dilakukan satu orang mungkin tidak akan terasa akibatnya, namun ketika dilakukan oleh banyak orang akan ada dampak besar akibatnya," ucap Sapta membacakan pesan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Lebih lanjut Sapta berharap agar FKUB mampu memberikan wawasan kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh segelintir oknum yang mengharapkan terjadinya perpecahan melalui pemanfaatan teknologi informasi. "Sayang Jawa Barat sama dengan Sayang Indonesia," paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sapta mengatakan bahwa Gubernur Jawa Barat tak lupa mengingatkan bahwa FKUB mempunyai tugas pokok dan fungsi serta peran penting dalam memfasilitasi, memotivasi dan juga mengkomunikasikan konsep-konsep kebijakan program pemerintah termasuk dalam melaksanakan tugas sesuai dengan Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan dan Pendirian Rumah Ibadat, diantaranya :

  1. Melakukan koordinasi dialog dengan pemuka agama dan tokoh masyarakat.
  2. Menampung aspirasi ormas keagamaan dan aspirasi masyarakat.
  3. Menyalurkan aspirasi ormas keagamaan dan masyarakay dalam bentuk rekomendasi sebagai bahan kebijakan Gubernur, dan
  4. Melakukan sosialisasi peraturan perundang - undangan dan kebijakan di bidang keagamaan dan pemberdayaan masyarakat.

Selain itu, Sapta membeberkan bahwa di tahun 2020 akan ada 8 Daerah Kabupaten dan Kota di Jawa Barat yang akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak yang tahapannya sudah akan di mulai bulan Februari tahun depan.

"FKUB harus lebih berperan lagi dalam penyelanggaraan pesta demokrasi tersebut, tak ayal banyak dan tidak menutup kemungkinan akan ada yang memanfaatkan momen tersebut untuk melakukan adu domba diantara masyarakat dengan isu agama," pungkasnya. (tian)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar