PDI Perjuangan Kota Bekasi Tunggu Permohonan Maaf Resmi Marhaban Sigalingging

Sulistyo Adhi | Rabu, 15 Januari 2020 | 16:49 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI – DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi tidak akan memberi ampunan pada Marhaban Sigalingging yang diduga menyampaikan ujaran kebencian di WhatsApp Group (WAG) Marhaen Indonesia 98 pada Senin (13/01) malam.

Kendati demikian, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Ahmad Faisyal Hermawan menegaskan bahwa pintu maaf masih terbuka.

“Kita sudah menunggu satu hari, dan belum ada permintaan maaf resmi dari yang bersangkutan. Di surat yang kita sampaikan pada Selasa (14/1) sore, DPC PDI Perjuangan akan menunggu sampai 2x24 Jam,” ujarnya pada Rakyat Bekasi, Rabu (15/01).

Legislator asal Fraksi PDI Perjuangan Kota Bekasi ini mengingatkan bahwa masih ada batas waktu yang diberikan untuk yang bersangkutan menyampaikan permintaan maafnya secara kelembagaan.

Baginya, kaitan dengan persoalan yang dialami tidak ada kaitan dengan individu. Meskipun, itikad baik awal sudah dilakukan yang bersangkutan dengan menyampaikan maaf pada Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi Tri Adhianto.

“Iya, saya sudah mendapat informasi itu. Marhaban Sigalingging sudah menyatakan permohonan maafnya pada pak Tri. Tapi diihat dari masalahnya, ini sudah membawa nama lembaga. Dan saya juga sudah sepakat dengan Pak Tri, agar prosesnya disampaikan secara resmi pada Partai,” jelasnya.

Dikatakannya, bahwa imbas dari pernyataannya sudah berdampak besar. Tidak sedikit, kader partai berlogo banteng ini yang geram dengan pernyataan yang disampaikan di WAG tersebut.

“Kan yang diserang partai, lembaga partai. Kita masih berikan tenggang waktu, dan Pak Tri juga sudah sepakat dengan menempuh jalur hukum. Bila sampai batas waktu yang ditentukan yang berkaitan belum menyampaikan permohonan maaf secara resmi pada partai,” tukasnya.

Sementara itu terpisah, Marhaban Sigalingging mengakui akan kekhilafannya. Dalam chat singkat melalui WhatsApp, dirinya menegaskan bahwa apa yang terjadi di luar kendalinya.

“Cuma salah forward di tempat tidur. Salah forward ke grup tersebut. Karena saya waktu itu mau tidur,” kelitnya.

Lebih lanjut Marhaban mengaku bahwa saat ini dirinya masih berada di luar kota, sehingga dia belum bisa menyampaikan permohonan maaf secara resmi.

Namun begitu, Marhaban tidak menampik bahwa kesalahan salah chat yang dilakukan dirinya sudah berbuntut panjang.

“Maaf saya masih di luar kota. Saya sudah minta maaf langsung sama Ketua PDI Perjuangan Kota Bekasi Dr. Tri Adhianto. Saya akui juga, karena cuma satu kalimat tapi jadi panjang urusannya,” tuturnya.

Marhaban pun mengaku dirinya sempat terkejut dengan banyaknya reaksi akibat percakapan yang di-forward-nya di WAG tersebut, sehingga dia memutuskan untuk keluar dari WAG Marhaen Indonesia 98.

“Ya ini pengalaman. Kalau bisa mohon disampaikan kepada Pengurus PDI Perjuangan dan kadernya maupun simpatisannya. Permohonan maaf dan kekhilafan saya atas kalimat tersebut mengingat banyak Keluarga, Sahabat dan teman di PDI Perjuangan. Mohon maaf sebesar-besarnya karena saya kurang teliti dan kurang memahami atas makna kalimat tersebut dan salam hormat,” pungkasnya. (tian)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar