Berikan Pinjaman Usaha Produktif Bagi UKM, 'Akseleran' di Bekasi Tumbuh Hingga 414%

Sulistyo Adhi | Selasa, 04 Pebruari 2020 | 16:22 WIB

Share Tweet



Rimba Laut selaku Senior Vice President Coorporate Communication PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia sedang Menunjukkan Cara Penggunaan Aplikasi Akseleran di Play Store di HP Android.

RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Tren pertumbuhan Akseleran sebagai Fintech Peer to Peer (P2P) Lending yang menyalurkan pinjaman usaha produktif bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) terus berlanjut.

Tercatat, per akhir Desember 2019, total pinjaman usaha Akseleran di Kota dan Kabupaten Bekasi tumbuh meroket hingga 414% dibandingkan periode yang sama di 2018, atau mencapai sekitar Rp80 miliar.

Rimba Laut, Senior Vice President Corporate Communication Akseleran, menjelaskan bahwa pertumbuhan di Bekasi mampu mendominasi pertumbuhan perusahaan secara keseluruhan di Provinsi Jawa Barat. Adapun sepanjang tahun 2019, kata dia, Kabupaten Bekasi memberikan kontribusi terbesar untuk penyaluran pinjaman usaha di Jawa Barat sebanyak 26% atau senilai Rp41,4 miliar dan berikutnya adalah Kota Bekasi sebesar Rp36,5 miliar dengan prosentase 23%.

“Ada ribuan bahkan puluhan ribu UKM di Bekasi dan tiap tahun terus mengalami penambahan dari sisi jumlahnya. Kami berharap dengan kehadiran Akseleran dapat memberikan kemudahan akses pinjaman usaha bagi UKM yang berbasiskan invoice financing dan pra invoice financing dapat membantu lebih banyak lagi para pelaku usaha untuk memperoleh tambahan modal, sehingga perekonomian negara pun dapat tetap tumbuh positif,” ujar Rimba kepada Rakyat Bekasi, Selasa (04/02/2019).

Lebih lanjut Rimba membeberkan bahwa UKM merupakan salah satu lini penting dalam struktur perekonomian di tanah air dan memiliki peran strategis untuk menggerakkan roda ekonomi Indonesia. Setidaknya, kata dia, sebanyak 3,79 juta dari 59,2 juta pelaku UKM di negeri ini di antaranya sudah memanfaatkan platform online dalam produk mereka, termasuk menggunakan Akseleran.

“Khusus Jawa Barat, wilayah lain yang masuk Top 5 setelah Bekasi dalam penyaluran pinjaman usaha Akseleran adalah Kota Depok yakni sebesar Rp31,5 miliar (20%), Kabupaten Bandung Rp26,5 miliar (17%), dan Kabupaten Sukabumi Rp5 miliar (3%). Untuk Jabar sendiri, Akseleran berhasil menyalurkan pinjaman usaha sebesar Rp160 miliar di 2019 dan menjadi provinsi kedua terbesar secara nasional atau memberikan kontribusi sebanyak 17% setelah DKI Jakarta (44%) dan yang ketiga adalah Banten (6%),” bebernya.

Rimba tak lupa menginformasikan bahwa Akseleran sebagai Fintech P2P Lending yang sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), saat ini menyalurkan pinjaman usaha kepada UKM berbasiskan invoice financing dan pra invoice financing dengan minimal sebesar Rp200 juta hingga Rp2 miliar.

“Syaratnya, antara lain usahanya sudah berjalan minimal satu tahun, menyediakan laporan keuangan dan rekening koran. Selebihnya para pelaku usaha dapat mengakses Akseleran dari website www.akseleran.co.id atau dari Aplikasi Google PlayStore untuk perangkat Android maupun Apple AppStore untuk perangkat iOS,” pungkasnya. (tian)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar