Bang Pepen: Kami Bersepakat Gelar Aksi Massa Menolak Blu Plaza

Sulistyo Adhi | Jumat, 20 Maret 2020 | 07:14 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Warga di lingkungan RT 003, 004, 005, 006 RW 009 Kelurahan Margahayu Kecamatan Bekasi Timur geram lantaran Pemerintah Kota Bekasi membiarkan Blu Plaza tetap beroperasi. Warga menuding, Lippo Group sebagai perusahaan pemilik kawasan Blu Plaza tidak menyelesaikan perizinan.

"Kita kecewa karena pemerintah tidak tegas menindak pengusaha nakal. Jelas, kita warga yang berada disini sangat dirugikan. Seharusnya Blu Plaza ditutup," ujar Ketua RT 005, Ahmad Effendi, Kamis (19/3/2020).

Dalam pertemuan warga bersama Ketua RT dan RW, lanjut Effendi, kita mendesak agar Blu Plaza segera ditutup. Menurutnya, tidak ada alasan pemerintah untuk menunda lagi. Sebab, sejak awal pendiriannya, Blu Plaza tidak pernah melibatkan warga untuk meminta persetujuan lingkungan.

"kami semalam kumpul dan bersepakat akan melakukan aksi massa menolak Blu Plaza dan menyegelnya apabila pemerintah tidak bertindak. Kalau alasan pemerintah karena mereka (pihak Blu Plaza) punya izin dan Amdal, mana buktinya?. Bukankah penerbitan Amdal harus ada persetujuan warga, tanda tangan dan pertemuan-pertemuan. Jadi kita curiga kalau benar pemerintah menerbitkan itu semua," ungkap pria yang akrab dipanggil Bang Pepen itu.

Hal senada dikatakan Ketua RT 003, Wazirullah, bahwa keberadaan Blu Plaza berdampak buruk terhadap lingkungan, terutama ketika musim hujan tiba, maka lingkungan di sekitar banjir karena tidak adanya resapan air.

"Kita kebanjiran kalau musim hujan. Ini terjadi karena tidak ada Tandon Air yang dibuat oleh pihak Blu Plaza. Kalau begini terus, rakyat yang akan bergerak karena pemerintah diam," tegas Wazirullah saat dikonfirmasi.

Rencananya, lanjut Wazirullah, warga akan melakukan aksi massa dalam dua pekan ke depan sambil menunggu kepastian langkah konkret dari Pemerintah Kota Bekasi.

"Kita demo Blu Plaza, daripada kita kena imbas terus. Amdal belum terbit tapi mall jalan terus, ada hotel dan rumah sakit, ini sangat mengecewakan," tandasnya.

Sebelumnya, Corporate Public Relations Lippo Malls Indonesia, Nidia Niekmasari Ichsan berkilah bahwa pihaknya sudah melengkapi berbagai perizinan yang menjadi syarat pembangunan dan operasional Blu Plaza Bekasi Timur.

"Kan itu sudah beroperasi, mana mungkin belum mengantongi. Cuma saya baru baca beritanya, nanti saya koordinasi dengan pihak manajemen," ujar Nidia saat dihubungi, Senin (16/3/2020) lalu.

Meski begitu, Nidia belum memastikan apakah Rekomendasi Amdal dimaksud sudah selesai atau belum. Dia berjanji akan berkoordinasi dengan pihak Blu Plaza.

"Blu Plaza sudah beroperasi, kalau belum lengkap perizinan akan kita lengkapi, ada keluhan kita perbaiki, karena kita perlu bersama-sama dengan pemerintah daerah, untuk melayani masyarakat Kota Bekasi," kilahnya.

"Saya akan komunikasi dengan manajemen Blue Plaza, apabila ada keluhan dari warga akan kita tindak lanjuti untuk diperbaiki apa yang dikeluhkan," katanya. (tian)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar